Harga Burung Jalak Bali Turun Signifikan

Guna menarik pangsa pasar kalangan penghobi burung Jalak Bali di tengah pandemi Covid-19, sejumlah peternak di Kabupaten Tabanan melakukan berbagai cara.

JALAK - Peternak burung Jalak Bali di Desa Bongan.

Tabanan (bisnisbali.com) –Guna menarik pangsa pasar kalangan penghobi burung Jalak Bali di tengah pandemi Covid-19, sejumlah peternak di Kabupaten Tabanan melakukan berbagai cara. Salah satunya dengan menurunkan harga jual burung yang di pasaran rata-rata dibanderol hingga jutaan rupiah ini.

Peternak burung Jalak Bali, I Ketut Gede Jiwa Artana, di Desa Bongan, Tabanan, Rabu (23/9) kemarin, mengungkapkan, pandemi Covid-19 telah berdampak terhadap penjualan burung Jalak Bali. Bahkan, dampak penurunan penjualan burung Jalak Bali mencapai 50 persen dibandingkan dengan kondisi sebelum pandemi Covid-19. “Penjualan burung ini merupakan masalah hobi, jadi masuk daftar nomor sekian dari daftar kebutuhan di tengah pandemi Covid-19 ini,” tuturnya.

Menurut pemilik penangkaran Kicau Bali ini, turunnya angka penjualan sekaligus membuat harga jual burung Jalak Bali ini menurun dari sebelumnya. Jika pada 2012 lalu untuk penjualan burung Jalak Bali anakan berusia 3 bulan seharga Rp 5,5 juta per ekor, kini di tengah masa pandemi Covid-19 untuk jenis yang sama hanya dibanderol Rp 2,5 juta per ekor.

Hal sama juga berlaku pada harga jual burung Jalak Bali dewasa yang sebelumnya mencapai Rp 7,5 juta per ekor, kini turun menjadi Rp 3,5 juta per ekor. Sedangkan harga untuk sepasang dibanderol Rp 5,5 juta.

Sementara itu, mereka yang sudah bertahun-tahun menangkarkan burung Jalak Bali, selama ini penjualannya tidak hanya disasar oleh masyarakat lokal, namun telah sampai kalangan penghobi burung yang ada di seluruh Indonesia. Di sisi lain, memelihara burung Jalak Bali tidak sulit, namun memang produksinya pasang surut tergantung kondisi burung itu sendiri. Biasanya, sekali bertelur, burung Jalak Bali ini tidak semua telur menetas dan berkembang dengan baik.

“Biasanya satu ekor burung Jalak Bali bertelur 5 butir, namun tidak semua isi. Bisa kadang semua telur kosong, bisa juga semuanya isi,” tandasnya.

Dijelaskannya lebih lanjut, dalam 1 tahun burung Jalak Bali bisa bertelur hingga 9 kali dengan jumlah telur 3 hingga 5 butir. Sementara, untuk pakannya adalah konsentrat dari pakan ayam, cacing tanah, ulat, jangkrik hingga pisang. “Saat ini saya sendiri menangkarkan 25 pasang burung Jalak Bali dan telah mendapatkan izin penangkaran dari BKSDA Bali,” tegasnya.*man

BAGIKAN