Harga Bawang Putih Dikhawatirkan Melambung

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Ir. I Wayan Jarta, M.M., mengatakan Pemerintah Indonesia mengambil kebijakan dengan menghentikan sementara proses perdagangan impor maupun ekspor ke Tiongkok.

Denpasar (bisnisbali.com) –Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Ir. I Wayan Jarta, M.M., mengatakan Pemerintah Indonesia mengambil kebijakan dengan menghentikan sementara proses perdagangan impor maupun ekspor ke Tiongkok. Menyusul Negeri Tirai Bambu ini dilanda wabah virus corona. Salah satu komoditi yang diimpor dari Tiongkok adalah bawang putih.

Jarta menjelaskan, hampir 70 kebutuhan bawang putih Indonesia dipenuhi dari Tiongkok. Mengingat bawang putih asal Tiongkok selain dari segi kualitas, juga didukung dari segi harga yang murah sehingga diminati oleh masyarakat. “Sekali impor biasanya cukup untuk ketersediaan produk selama tiga bulan. Tapi karena adanya kebijakan ini, biasanya para distributor mengerem ke pasaran,” katanya Kamis (6/2) di Denpasar.

Saat ini tren harga di empat pasar yang dipantau Disperindag Provinsi Bali, yaitu pasar Badung, Nyanggelan, Agung dan Kreneng harga bawang putih berada di atas Rp50 ribu per kilogram.   Bisa dipastikan harga akan terus merangkak naik, akibat dari sentimen pasar. Untuk mencegah terlalu tingginya kenaikan harga,  pihaknya telah melakukan koordinasi dengan kabupaten/kota untuk memantau para distributor yang ada. “Bawang putih di Bali dari distributor yang mengambil di Surabaya sebagai pintu impor, kemudian masuk ke Bali,” paparnya.

Agar tidak terjadi penimbunan, Disperindag akan melakukan pemantauan agar tidak terjadi  kelangkaan bawang putih di pasaran. Sedangkan terkait pengadaan, akan dilakukan evaluasi terlebih dahulu. Karena keputusan mengimpor bawang putih merupakan kebijakan pemerintah pusat, yakni Kementerian Perdagangan. “Kalau harga standar bawang putih di pasar berkisar Rp30 ribu per kilorgam. Tapi saat ini harga bawang putih sudah dikisaran Rp50 ribu,” tukasnya.

Dikhawatirkan harga bawang putih akan mengalami kenaikan. Apalagi menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan. Untuk di Bali sendiri, pihaknya telah melakukan upaya dengan menggandeng para petani untuk menanam bawang putih. Sayangnya, penanaman yang berlokasi di Kintamani Bangli itu baru tahap penanaman, dan tiga bulan selanjutnya baru akan panen.*pur

BAGIKAN