Harga Babi Sentuh Rp 40 Ribu Per Kg, Tertinggi Sepanjang Momen Galungan 10 Tahun Terakhir  

Harga babi di tingkat peternak telah menyentuh kisaran Rp 40.000 per kg jelang hari raya Galungan dan Kuningan tahun ini.

Tabanan (bisnisbali.com) –Harga babi di tingkat peternak telah menyentuh kisaran Rp 40.000 per kg jelang hari raya Galungan dan Kuningan tahun ini. Harga tersebut sekaligus memposisikan salah satu hasil produksi peternakan ini menduduki level tertinggi alias termahal sepanjang momen Galungan sepuluh tahun terakhir.

Salah seorang peternak babi di Desa Sudimara, Tabanan, I Nyoman Ariadi, Minggu (13/9) kemarin, mengungkapkan, harga ini sudah berlangsung selama sebulan terakhir dan merupakan kelanjutan dari lonjakan harga babi yang terjadi sepanjang lima bulan terakhir. Tren lonjakan harga babi di tingkat peternak ini sebagai dampak menurunnya populasi babi akibat suspect virus African Swine Fever (ASF) atau flu babi.

“Flu babi telah membuat populasi di tingkat peternak menjadi turun tajam, sehingga kini dengan meningkatnya permintaan pasar pada hari raya Galungan membuat harga babi jadi terus melonjak. Selain itu, babi yang diperdagangkan juga tidak semuanya hasil peternak lokal, melainkan dibeli dari peternak di Bangli kemudian dijual di sini,” tuturnya.

Wakil Ketua Gabungan Usaha Peternak Babi (Gupbi) Bali ini menyatakan, saat ini harga jual babi yang Rp 40.000 per kg ini sekaligus merupakan harga tertinggi yang pernah ada sepanjang sepuluh tahun terakhir. Sebab pengalaman sebelumnya paling mahal harga babi pada momen Galungan hanya mencapai Rp 33.000 sampai Rp 35.000 per kg, itu pun untuk kualitas babi yang paling bagus dan hanya berlangsung dalam waktu sebentar.

Saat ini dengan kondisi harga babi yang mahal, membuat sejumlah desa yang biasanya menetapkan kesepakatan harga atau tabel harga babi sepekan jelang Galungan, tidak melakukannya. Biasanya, dasar untuk membuat kesepakatan harga babi setiap Galungan adalah agar para peternak terproteksi dengan harga yang menguntungkan, di sisi lain para konsumen juga berada pada posisi terjangkau untuk membeli babi.

Dengan kondisi harga babi yang ada saat ini, peternak babi sudah sangat diuntungkan. Sebab, kisaran untuk break event point (BEP) pada babi adalah Rp 28.000 per kg, sedangkan saat ini harga yang ada hampir dua kali lipat. “Namun yang menikmati untung dari lonjakan harga babi ini hanya sebagian kecil saja atau peternak yang babinya masih hidup.

Sementara, peternak lainnya tetap merugi, karena sudah tidak memiliki babi sedangkan untuk memulai usaha juga sangat berat mengingat harga bibit babi sudah naik ke level Rp 1.000.000 per ekor saat ini,” tandasnya.*man

BAGIKAN