Harga Anjlok, Hari Ini Peternak Mandiri Bagikan Ayam Gratis di Tabanan

Pada Senin (31/8) hari ini, peternak ayam mandiri seluruh Bali akan membagi-bagikan ayam kepada masyarakat umum di Kabupaten Tabanan secara gratis.

Tabanan (bisnisbali.com) –Pada Senin (31/8) hari ini, peternak ayam mandiri seluruh Bali akan membagi-bagikan ayam kepada masyarakat umum di Kabupaten Tabanan secara gratis. Pembagian ayam secara gratis yang akan digelar di sekitar Gedung Kesenian I Ketut Maria, Tabanan ini dilakukan menyusul anjloknya harga jual ayam di tingkat peternak. Harga ayam menyentuh Rp 9.000 per kg dan berlangsung sebulan terakhir.

Salah seorang peternak ayam mandiri di Desa Tunjuk, Tabanan, sekaligus inisiator kegiatan pembagian ayam secara gratis, I Wayan Sukasana, Minggu (30/8) kemarin, mengungkapkan, pada Senin ini setidaknya ada 800 ekor ayam hidup yang akan dibagikan secara secara gratis kepada masyarakat umum. Langkah tersebut dilakukan secara spontan dari kalangan peternak ayam mandiri di Bali karena merasa sudah kewalahan menghadapi biaya produksi yang tinggi, tidak sesuai dengan harga jual ayam di tingkat peternak yang anjlok di bawah Rp 9.000 per kg, bahkan sempat berada di level Rp 6.000 per kg sejak sebulan terakhir.

“Memang kami sempat berupaya menaikkan harga ke level Rp 12.000 per kg beberapa minggu lalu. Namun, itu tidak berhasil karena harga tetap saja jatuh,” tuturnya.

Sukasana yang juga Wakil Ketua Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Bali ini mengungkapkan, kini dengan harga ayam yang jatuh sekaligus, telah membuat peternak ayam mandiri ini bisa dibilang akan kolaps. Bagi kalangan peternak mandiri, mereka memilih menyumbangkan ayamnya kepada masyarakat yang membutuhkan apalagi di tengah turunnya daya beli konsumen sebagai dampak pandemi Covid-19, dibandingkan diberikan ke sejumlah bakul dengan harga murah namun menjual kembali dalam bentuk daging ayam dengan harga mahal. Yakni, terakhir berada di kisaran Rp 32.000 per kg.

Di sisi lain, langkah tersebut dimaksudkan juga untuk mengetuk hati pemerintah sebagai pemegang kebijakan dan kalangan integrator (pemilik pabrik pakan dan DOC) yang cenderung mendominasi populasi ayam. Harapannya, khusus bagi kalangan integrator ini agar peduli kepada kalangan peternak ayam mandiri yang terus dihadapkan pada anjloknya harga jual.

“Kalau pun dengan upaya ini tidak dipedulikan oleh kalangan integrator, kami pun tidak mempermasalahkan. Yang penting sudah bisa berbuat sosial ke masyarakat yang membutuhkan,” tegasnya.

Sementara itu, ayam yang akan dibagikan secara gratis ini merupakan sumbangan dari para peternak mandiri seluruh Bali. Bahkan rencananya kegiatan yang sama akan terus berlanjut untuk menyambut hari raya Galungan dan Kuningan mendatang. Mekanisme pembagian ayam gratis ini yakni akan dialokasikan satu orang satu ayam, sekaligus untuk menghindari agar penerima bukan merupakan kalangan pedagang. *man 

BAGIKAN