Haramain Bali Holiday Tour Garap Peluang di Masa Pandemi

Pandemi Covid-19 membuat bisnis yang bergerak di bidang jasa transportasi terpuruk.

Denpasar (bisnisbali.com) – Pandemi Covid-19 membuat bisnis yang bergerak di bidang jasa transportasi terpuruk. Owner Haramain Bali Holiday Tour, Sidik Prastowo mengatakan, selama pandemi bisnis travel agent-nya nyaris tak beroperasi. Bahkan pada Desember 2020 lalu, hanya ada satu-dua wisatawan domestik yang menggunakan jasanya. Namun setelah itu, pembatasan kegiatan masyarakat diperketat sehingga pihaknya terpaksa kembali ’’tiarap’’.

Menurutnya, kebanyakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa transportasi telah merumahkan karyawannya karena sudah tidak ada pemasukan. Namun tidak demikian dengan pihaknya. Ia tetap menjalin komunikasi dengan karyawan dan mengalihkan pekerjaan karyawan ke bidang usaha lain yang dimilikinya. Dengan demikian, karyawan tetap bisa bekerja.

“Di masa pandemi seperti sekarang ini kita harus tetap bergerak supaya bisa bertahan, jangan diam menerima keadaan seperti sekarang ini. Kalau kita berhenti dan hanya mengeluh menerima keadaan ini tanpa mau berbuat apa-apa, itulah awal dari kehancuran kita sebenarnya. Makanya saya bersama teman-teman tetap bergerak membuka usaha di tengah badai pandemi ini. Salah satunya kemudian yang kita coba dan seriusin di tengah badai pandemi Covid-19 ini masih tetap juga di bidang perjalanan, cuma perjalanannya ke logistik,” jelasnya.

Pihaknya mulai masuk ke bidang jasa pengiriman barang atau logistik sekitar Juli-Agustus 2020. Awalnya dia tidak menyangka ada peluang di sektor tersebut. Namun perlahan pihaknya mencoba menggarap sektor logistik. “Pandemi ini memang membawa kerugian. Tapi di balik itu, ada hikmah yang bisa kita ambil untuk membuka peluang-peluang baru bekerja inovatif, kreatif untuk bisa membuka usaha di balik musibah ini,” katanya.

Lebih lanjut diungkapkan, Haramain Bali Holiday Tour sejatinya merupakan usaha travel agent untuk pasar domestik. Pihaknya melakukan ekspansi sampai luar Bali seperti ke Manado, Lombok dan Bangka Balitung.

Menurut Sidik Prastowo yang juga Ketua Komunitas Tangan Di Atas Bali (TDB), pihaknya juga menggarap perjalanan wisata religi, terutama untuk pasar umroh di Bali masih belum begitu banyak. Pasar umroh dinilai prospektif, mengingat di Bali marketnya cukup besar. “Perjalanan umroh ini berangkatnya langsung dari Denpasar menuju ke Tanah Suci Mekah, Dubai dan Turki. Kita juga terakhir ini maunya membuka umroh ke Mesir, tapi sudah keduluan oleh situasi pandemi sehingga perjalanan ke Mesir harus kami tunda dulu,” ujarnya. *suk

BAGIKAN