Hama Tikus Ancam Produksi Pertanian

Untuk menjaga ketahanan pangan di tengah pandemi covid-19 sekaligus pengendalian hama tikus, sejumlah sentra pertanian padi di Kabupaten Tabanan melakukan gerakan pengendalian (gerdal) dengan cara pengropyokan.

TIKUS - Petani tunjukan tikus hasil gerdal. 

Tabanan (bisnisbali.com) –Untuk menjaga ketahanan pangan di tengah pandemi covid-19 sekaligus pengendalian hama tikus, sejumlah sentra pertanian padi di Kabupaten Tabanan melakukan gerakan pengendalian (gerdal) dengan cara pengropyokan. Salah satunya dilakukan di Subak Bengkel, Kediri Tabanan.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan, I Wayan Suandra, belum lama ini mengungkapkan, serangan tikus menjadi salah satu hama yang mengancam produksi pertanian padi saat ini. Diakuinya, sebelumnya untuk di Subak Bengkel pada musim tanam lalu dampak serangan tikus ini tidak besar, namun menjelang musim tanam sekarang ini hama tikus sudah merusak bibit padi yang akan ditanam.

“Serangan hama tikus yang mulai mengancam ini kemudian timbul keinginan dari petani untuk melakukan gerdal,” tuturnya.

Jelas Suandra, difasilitasi oleh UPTD Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikuktura (BPHT) Bali dan Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan upaya pengropyokan berhasil memusnahkan 213 ekor tikus. Sebenarnya, Subak Bengkel yang terdampak serangan hama tikus ini mencapai 320 hektar, namun pengropyokan hanya dilakukan pada Tempek Uma Jero dengan luas 28 hektar dan Tempek Uma Gatep dengan luas 14 hektar.

Sementara itu, data di Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan mencatat ada tiga jenis serangan hama yang menonjol terjadi pada tanaman padi, yakni penggerek batang,  hama tikus yang sekaligus juga menyumbang sebagai penyebab kerusakan sawah terbanyak, kresek, dan blast dengan total luas sawah yang terdampak mencapai 441 hektar per April 2020.

Luas sawah yang terdampak tersebut rinciannya, sawah yang terkena dampak dari hama  penggerek batang mencapai 43 hektar dengan intensitas serangan rusak ringan terjadi di Kecamatan Kerambitan, Tabanan dan Kecamatan Kediri. Serangan hama tikus menyebabkan 396 hektar sawah rusak terjadi di Kecamatan Kerambitan, Tabanan, Kediri, Baturiti, Penebel dan Pupuan. Selain itu, dari 396 hektar sawah tersebut, tercatat 75 hektar di antaranya mengalami puso.

Selain itu, sawah di Tabanan yang terdampak serangan hama kresek mencapai 5 hektar dengan intensitas serangan ringan, terjadi di Kecamatan Tabanan dan Marga. Sementara untuk dampak serangan hama blast terjadi dengan luasan 22 hektar, terjadi di Kecamatan Selemadeg Timur, dan Tabanan dengan intensitas rusak ringan dan rusak sedang. Di sisi lain, saat ini luas sawah di Tabanan mencapai 20.256 hektar, dengan target tanam 36.429 hektar pada 2020. Per Maret 2020 luas tanam yang sudah tercapai baru 10.869 hektar. *man

BAGIKAN