Hadapi Resesi Ekonomi, BPR Tetap Salurkan Kredit Produktif

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan ekonomi nasional resmi resesi pada kuartal III-2020 terbukti realisasi pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal II-2020 minus 5,32 persen.

BPR - Layanan BPR ke masyarakat dan sektor UMKM.

Denpasar (bisnisbali.com) –Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan ekonomi nasional resmi resesi pada kuartal III-2020 terbukti realisasi pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal II-2020 minus 5,32 persen. Dewan Penasehat Sri Partha Group, Wayan Gatha, Kamis (24/9) mengatakan hadapi resesi ekonomi Bank Perkreditan Rakyat (BPR) mesti berkomitmen menyalurkan kredit produktif guna menumbuhkan sektor usaha mikro kecil dan  menengah (UMKM).

Diungkapkannya, pemerintah pusat sudah mengumumkan di kuartal III Indonesia menghadapi resesi ekonomi. Untuk itu, BPR di antaranya mesti lebih berperan dalam membantu pemerintah kembali menumbuhkan sektor ekonomi Bali khususnya. Ia menjelaskan dalam masa pandemi Covid-19 BPR lebih fokus menyalurkan kredit produktif. Walaupun ada pendemi Covid-19, ekonomi Bali wajib terus bergerak.

Wayan Gatha memaparkan untuk menggerakan ekonomi BPR mesti tertantang menyalurkan kredit menumbuhkan sektor UMKM. Sektor usaha mikro mesti terus bergerak sehingga ekonomi bisa tumbuh.  Ia melihat dampak pandemi Covid-19 membuat ekonomi menjadi melambat. Tidak sedikit sektor UMKM terdampak Covid-19.

Menurutnya, BPR dituntut memiliki strategi untuk optimal meyalurkan kredit. Dalam penyaluran kredit, BPR dituntut mampu melakukan analisa kredit yang baik. “Penyaluran kredit ini juga dalam upaya menurunkan angka kredit bermasalah atau NPL,” jelas Wayan Gatha.

Dalam penyaluran kredit, SDM diwajibkan tepat sasaran. Kredit yang disalurkan harus tepat jumlah sesuai kemampuan debitur. Ia meyakinkan dalam masa pandemi Covid-19 BPR mesti menjalin hubungan kedekatan dengan debitur. “Kunci terpenting semakin dekat BPR dengan debitur maka angsuran kredit akan semakin lancar ,” tegas Wayan Gatha.

Wayan Gatha menambahkan tidak semua sektor usaha termasuk masyarakat yang merasakan dampak covid-19.  Dalam kondisi pandemi Covid-19 kencenderungan sektor usaha lebih banyak menempatkan dana di BPR. Tingginya dana pihak ketiga (DPK) yang dihimpun juga sebagai bagian tingginya kepercayaan masyarakat dan sektor UMKM terhadap lembaga keuangan BPR. *kup

BAGIKAN