Hadapi Resesi Ekonomi, BPR Mesti Gotong Royong

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan ekonomi nasional resmi resesi pada kuartal III-2020 dan terlihat  realisasi pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal II-2020 minus 5,32 persen.

BPR  -  Walaupun dihadapkan resesi ekonomi, BPR mesti tetap memberikan layanan keuangan kepada masyarakat dan sektor UMKM.

Denpasar (bisnisbali.com) –Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan ekonomi nasional resmi resesi pada kuartal III-2020 dan terlihat  realisasi pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal II-2020 minus 5,32 persen. Praktisi Perbankan, Wayan Sumantara, Senin (28/9) mengatakan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) mesti bergotong royong menghadapi resesi ekonomi.

Diungkapkannya, dalam kondisi pandemi Covid-19 dan resesi ekonomi layanan BPR wajib mengikuti protokol kesehatan. BPR mesti menyesuaikan langkah dan beradaptasi secara cepat.  Ia menjelaskan hasil penyesuaian keadaan dan penyesuaian target BPR bisa realistis. Operasional BPR saat resesi mesti  dilaksanakan secara gotong royong.

Menurut Sumantara, dengan gotong royong seluruh manajemen dan staf BPR bisa melewati resesi dan pandemi Covid-19 tanpa ada yang mesti di-PHK. “Dengan gotong royong, semua beban dipikul bersama menuju harapan bersama,” ucapnya.

Komisaris Utama BPR Sadana Bali Utama itu menyampaikan saat resesi ekonomi bisa diibaratkan kapal laut akan dihadapkan gelombang laut yang tinggi. Direksi mesti membawa seluruh staf manajemen BPR sebagai awak kabin kapal ke dermaga dengan selamat. “Kuncinya, BPR harus mampu bertahan saat melewati kondisi pandemi Covid-19 dan resesi ekonomi,” jelasnya.  Sumantara menegaskan walaupun dihadapkan pandemi Covid-19 dan resesi ekonomi BPR mesti terus maju tumbuh dan berkembang. BPR harus terus bertahan dan berjalan melalui resesi ekonomi global menuju kondisi ekonomi yang semakin baik. *kup

BAGIKAN