Hadapi Resesi, BPR Masih Unggulkan Kecepatan Layanan

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan ekonomi nasional resmi resesi pada kuartal III-2020.

BPR-Layanan BPR kepada masyarakat dan sektor UMKM.

Denpasar (bisnisbali.com) –Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan ekonomi nasional resmi resesi pada kuartal III-2020. Sekretaris Korcam Perbarindo Mengwi – Abiansemal (Mas) Dewa Nyoman Surata, Selasa (29/9) mengatakan walaupun dihadapkan dengan resesi ekonomi Bank Perkreditan Rakyat (BPR) mesti tetap mengedepankan kecepatan layanan kepada nasabah.

Diungkapkannya, walaupun dihadapkan resesi ekonomi global industri perbankan termasuk BPR mesti tetap beroperasi. BPR mesti tetap mengedepankan keunggulan dari sisi pelayanan. “Selama ini keunggulan BPR cepat dalam hal pelayanan kepada nasabah,” ucapnya.

Ia menjelaskan BPR selama ini juga telah bermitra dengan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Walaupun dihadapkan pandemi Covid-19 dan tantangan resesi ekonomi BPR mesti tetap memberikan layanan keuangan kepada masyarakat dan sektor UMKM.

Dewa Surata memaparkan dalam menghadapi resesi ekonomi BPR harus berjuang menjaga kebersamaan, kekompakan, dan gotong royong. Dengan rasa kekompakan BPR akan eksis dalam masa pandemi Covid-19. “BPR akan tetap tumbuh dan mampu melalui resesi ekonomi,” jelasnya.

Ditegaskannya, manajemen BPR mesti bersatu dalam meningkatkan kualitas pelayanan. BPR menjaga hubungan kedekatan dengan nasabah.  Menurutnya, dalam masa resesi BPR tetap melakukan funding maupun landing. Ini untuk memenuhi kebutuhan layanan keuangan bagi para deposan maupun debitur BPR.

Dewa Nyoman Surata menambahkan dalam keadaan resesi BPR tetap mengambil peran sebagai pendukung aktivitas keuangan (financial support ). Seperti untuk sektor UMKM, BPR hendaknya memberikan kemudahan dan kecepatan dalam pelayanan dengan peningkatan SDM dan penguasaan teknologi informasi (TI). “BPR akan berdaya guna dalam pengembangkan UMKM¬† sebagai soko guru ekonomi kerakyatan,” tegasnya. *kup

BAGIKAN