Hadapi Kemarau, Tabanan Percepat Musim Tanam hingga Persiapkan Embung  

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi sebagai besar daerah di Indonesia akan memasuki musim kemarau pada Juli dan puncaknya pada Agustus 2020 mendatang.

Tabanan (bisnisbali.com) –Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi sebagai besar daerah di Indonesia akan memasuki musim kemarau pada Juli dan puncaknya pada Agustus 2020 mendatang. Terkait itu Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan sebagai lumbung pangan Provinsi Bali telah melakukan sejumlah upaya mulai dari percepatan musim tanam hingga embung yang sudah siap digunakan guna menopang produksi tahun ini.

“Sesuai arahan dalam rapat melalui telekonfren dengan Menteri Pertanian, kami diarahkan untuk melakukan percepatan tanaman guna mengantisipasi terjaganya produksi pangan di tengah pandemi Covid-19 dan juga musim kemarau yang terjadi pertengahan tahun ini,” tutur Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan, I Made Budana, Minggu (28/6).
Terangnya, terkait arahan tersebut, pihaknya kebetulan sudah melakukan hal tersebut pada April 2020 lalu, bahkan dari luasan tanam padi yang ditargetkan mencapai 1.400 an hektar saat itu terealisasi mencapai 4.600 an hektar lebih. Artinya, upaya petani untuk mempercepat tanam sudah dilakukan saat ini.
Jelas Budana, saat ini percepatan tanam padi terus diupayakan menyasar pada luasan sawah yang memungkinkan, salah satunya di daerah Selemadeg, Tabanan. Katanya, namun khusus untuk luasan sawah yang baru selesai panen padi, diarahkan untuk mengusahakan tanam palawiya untuk selanjutnya.
Sambungnya, antisipasi juga dilakukan pada tanaman hortikultura dan kebetulan tahun ini Tabanan juga mendapat bantuan bibit untuk pengembangan bawang merah, bawang putih, dan jagung dari pemerintah pusat. Saat ini bantuan tersebut beberapa sudah terealisasi diterima oleh petani untuk kemudian ditanam.
Selain itu tambahnya, kesiapan Tabanan dalam menjaga produksi pangan ini juga didukung dengan irigasi dan embung yang merupakan bantuan dana alokasi khusus (DAK). Bercermin dari itu harapannya, produksi pangan di Tabanan pada musim kemarau dan di tengah pandemi Covid-19 ini bisa meningkat atau paling tidak dipertahankan.

“Prediksinya dari angka sementara rata-rata produkstivitas padi di Tabanan mencapai 6 ton per hektar,” tandasnya.
Tambah Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian Tabanan, I Gusti Putu Wiadnyana, tahun ini Kabupaten Tabanan memiliki tambahan embung lagi yang siap digunakan untuk menghadapi musim kemarau mendatang. Yakni, satu embung terdapat di Selemadeg Timur yang merupakan bangunan lama namun kembali dibangun baru, dan satu lagi ada di Penebel. Prediksinya, dari tambahan embung yang ada di Selemadeg Timur akan mampu mengairi sawah dengan luasan mencapai 52 hektar, sedangkan untuk embung di daerah Penebel akan mampu mengairi sawah mencapai 50 hektar.

Tahun ini juga sejumlah irigasi subak di Kabupaten Tabanan sudah diperbaiki dari dana swakelola dengan luasan mencapai 900 hektar di 13 titik. Saat ini dari luasan tersebut, akuinya 90 persen sudah rampung, tinggal di dua subak yang belum rampung. Yakni, Wanagiri, dan di Mumbu Kerambitan sedang berproses.
Becermin dari itu terang Wiadnyana, menhadapi musim tanam nanti, saluran irigasi yang sudah rampung tersebut akan siap mengairi sawah dalam upaya menopang produksi pertanian. Selain itu guna meminimalis kerugian petani pada musim kemarau mendatang, petani di Tabanan juga dibantu dari program AUTP.*man

BAGIKAN