Hadapi Covid-19, BI Tetapkan 7 Kebijakan Ini

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Bali Trisno Nugroho menyampaikan menghadapi Covid 19, bank sentral menempuh 7 kebijakan.

Denpasar (bisnisbali.com) –Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Bali Trisno Nugroho menyampaikan menghadapi Covid-19, bank sentral menempuh 7 kebijakan. Tujuh kebijakan tersebut yaitu pertama memperkuat intensitas kebijakan triple intervention.

“Kedua memperpanjang tenor Repo SBN hingga 12 bulan dan menyediakan lelang setiap hari,” katanya.
Ketiga menambah frekuensi lelang FX swap tenor 1 bulan 3 bulan 6 bulan dan 12 bulan dari tiga kali seminggu menjadi setiap hari. Keempat, memperkuat instrumen deposit valuta asing. Kelima mempercepat berlakunya ketentuan penggunaan rekening rupiah dalam negeri atau vastro bagi investor asing sebagai underlying dalam transaksi DNDF.

Kebijakan keenam, memperluas kebijakan insentif pelonggaran GWM harian dalam rupiah sebesar 50 basis poin. Selanjutnya ketujuh memperkuat kebijakan sistem pembayaran untuk mendukung upaya mitigasi penyebaran covid-19 melalui ketersediaan uang layak edar yang higienis dan mengimbau masyarakat agar lebih banyak menggunakan transaksi pembayaran secara nontunai, mendorong penggunaan pembayaran nontunai dengan menurunkan biaya sistem kliring nasional Bank Indonesia atau SKNBI dan mendukung penyaluran dana nontunai dan program-program pemerintah.

Selain itu, Trisno menambahkan langkah-langkah pendukung lainnya berkoordinasi sangat erat dengan pemerintah khususnya kemenkeu OJK dan LPS untuk memantau mencermati dan menempuh langkah yang diperlukan bersama dalam mitigasi dampak covid-19 terhadap makroekonomi dan SSK Indonesia. Memastikan terjaganya market confidence, menjalankan mekanisme pasar dan menjaga kecukupan likuiditas untuk memastikan kelangsungan tugas BI berjalan baik. BI juga melakukan langkah mitigasi seperti split operation dan work from home terus mengupdate media dan masyarakat secara reguler briefing kebijakan terkini.

Ia pun mengatakan, dalam upaya menjaga pertumbuhan ekonomi BI mendukung upaya OJK yang mengeluarkan POJK terkait stimulus bagi debitur terdampak virus corona. “BI dan OJK tentu saling mendukung untuk menjaga ekonomi Indonesia tetap bertahan,” katanya.Bank sentral pun ikut serta dengan menurunkan BI 7DRR dengan harapan dapat membantu keleluasan bank menurunkan bunga kreditnya dan bank bisa memberikan kredit kepada pelaku usaha.“Kami harapkan agar masyarakat atau pengusaha bisa bertahan untuk usahanya,” katanya.*dik

BAGIKAN