Gusti Agung Sri Widiawati, Lestarikan Budaya dan Bahasa

DI tengah pandemi Covid-19, Bulan Bahasa Bali ke-3 tetap digelar untuk melestarikan budaya dan bahasa Bali.

DI tengah pandemi Covid-19, Bulan Bahasa Bali ke-3 tetap digelar untuk melestarikan budaya dan bahasa Bali. Kepala Dinas Kebudayaan Gianyar, Ir. I Gusti Agung Sri Widiawati, M.Si., mengatakan penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali dianggarkan Rp 300 juta. Nominal tersebut termasuk untuk anggaran pelaksanaan Utsawa Dharmagita Nasional.

Sri Widiawati menyampaikan pelaksanaan Bulan Bahasa Bali sebagai bentuk pemuliaan terhadap bahasa, aksara dan sastra Bali melalui kegiatan secara daring dan luring. Berbeda dengan tahun sebelumnya, keterlibatan peserta lomba dalam Bulan Bahasa Bali 2021 dibatasi  maksimal 50 orang.

Di tingkat kabupaten akan ada enam lomba, yaitu lomba Nyatua Bali Krama PKK, lomba Pidato Berbahasa Bali Bendesa Adat, lomba Debat Bahasa Bali, lomba Baligrafi, lomba Mengetik Aksara Bali di komputer, lomba Ngwacen Lontar Daa Taruna dan lomba Nyurat Aksara Bali Tingkat SD.

Para peserta adalah perwakilan terbaik setiap kecamatan. Peserta yang terlibat dari tujuh kecamatan se-Gianyar. Khusus untuk lomba Nyurat Aksara Bali Tingkat SD, satu gugus diwakili seorang peserta. Disbud Gianyar juga melayangkan surat undangan ke SMP seluruh Gianyar. “Seluruh SMP sudah kami surati agar semua mendaftar,” ucapnya.

Bulan Bahasa Bali 2021 mengangkat tema ‘Wana Kerthi: Sabdaning Taru Mahottamayang’ yang bermakna Bulan Bahasa Bali sebagai altar pemuliaan bahasa, aksara dan sastra Bali tertaut jelajah pemaknaan hutan sebagai prana kehidupan. “Jadi, seluruh isian Bulan Bahasa Bali dipastikan menerjemahkan konsep tema tersebut dari berbagai sumber pustaka lontar, seperti Taru Pramana, Aji Janantaka, terkait Usadha dan lain-lain,” jelasnya.

Gusti Agung Sri Widiawati menambahkan, dalam lomba Bulan Bahasa Bali 2021  akan ditetapkan juara I hingga harapan dengan hadiah jutaan rupiah. Yang terbaik bakal mewakili Gianyar ke tingkat provinsi. *kup

BAGIKAN