Gunakan QRIS, Bank BPD Bali Digitalisasi Pasar Phula Kerti

Bank BPD Bali, Senin (27/1) kemarin mendigitalisasikan pasar tradisional Phula Kerti, Banjar Kaja Desa Adat Sesetan dengan penggunaan Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS).

Denpasar (bisnisbali.com) –Bank BPD Bali, Senin (27/1) kemarin mendigitalisasikan pasar tradisional Phula Kerti, Banjar Kaja Desa Adat Sesetan dengan penggunaan Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS). Para pembeli di pasar tradisional tersebut diedukasi dan membiasakan bagaimana menggunakan sistem pembayaran nontunai berbasis digital dengan QRIS.

“Ada 46 pedagang dari 232 pedagang di pasar tradisional Phula Kerti ini sudah menerapkan pembayaran lewat QRIS. Ke depannya transaksi digital ini akan menyasar semua pedagang di Phula Kerti dan pasar tradisional lainnya,” kata Dirut Bank BPD Bali Nyoman Sudharma di sela-sela Pemlaspasan dan Peresmian Pasar Phula Kerti sekaligus Launching Digitalisasi Pasar dengan QRIS.
Hadir pada kesempatan tersebut Walikota Denpasar, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra. Kepala Kantor Perwakilan BI Bali Trisno Nugroho dan beberapa undangan lainnya.

Nyoman Sudharma mengatakan, digitalisasi pasar tradisional merupakan upaya bank dalam memperkenalkan inovasi pembayaran nontunai pada seluruh masyarakat dan merchant. Menggunakan mobile banking BPD Bali implementasi QRIS kurang lebih sudah mencapai 1000 pedagang dan tempat ibadah di seluruh Bali.

Kemudahan transaksi elektronik ini memungkinkan para penjual yang menyediakan layanan pembayaran dengan kode QR untuk memiliki satu QR saja, yang bisa digunakan untuk lebih dari satu operator pembayaran.

Ia pun menerangkan kehadiran QRIS tentunya memberikan keuntungan kompetitif kepada para pedagang karena dapat memberikan kemudahan transaksi yang dirasakan langsung oleh pihak penjual dan pembeli.

Selain melakukan digitalisi kepada pasar tradisional, Bank BPD Bali pada kesempatan tersebut juga menyerahkan bantuan CSR, penandatanganan akad kredit pembiayaan sewa los dan kios dan penandatanganan PKS Agen Mai Laku.
“Untuk pembiayaan kredit sewa los dan kios mencapai Rp4,6 miliar,” ujarnya.

Kepala KPw BI Bali Trsino Nugroho menyambut positif peran Bank BPD Bali yang menghadirkan layanan QRIS di pasar tradisional. Ini sejalan dengan Visi Pemerintah Kota Denpasar untuk mewujudkan Denpasar menjadi Kota yang Cerdas (Smart City).
“BI mendukung pemanfaatan teknologi di setiap bidang dan salah satunya adalah menghadirkan QRIS sebagai sarana transaksi digital di lingkungan pasar tradisional,” katanya.
Diharapkan pasar tradisional sebagai tempat untuk kegiatan ekonomi masyarakat pun tidak ketinggalan mengimplimentasikan transaksi nontunai berbasis digital. *adv

BAGIKAN