Gujji Coffee & Eatery Utamakan Kopi Lokal, Ini Alasannya

Pandemi Covid-19 memberikan tantangan berat bagi pelaku usaha.

Gujji Coffee & Eatery

Denpasar (bisnisbali.com) – Pandemi Covid-19 memberikan tantangan berat bagi pelaku usaha. Pelaku usaha harus mampu mempertahankan bisnisnya di tengah berbagai keterbatasan harus terus dilakukan.

Hal ini juga dirasakan owner Gujji Coffee & Eatery, I Gusti Ngurah Antara Yana. Pihaknya tidak mau menyerah begitu saja dengan kondisi sekarang yang serba sulit. “Namanya juga bisnis, kita harus berani coba dan mencoba lagi. Kalau kita diam kita tidak akan pernah tahu apa yang terjadi dan apa yang terbaik buat kita. Kalau orang bilang, dalam bisnis kalau kita bagus dalam keadaan sepi itu berarti kita kuat. Tapi kalau kita bagus dalam keadaan ramai berarti itu biasa-biasa saja” ujarnya.

Gujji Coffee & Eatery menonjolkan sajian kopi dan food and beverage lainnya. “Di samping makanan kami juga menyediakan kue yang notabene itu sangat mendukung kopi itu sendiri. Jikalau orang ngopi ingin rileks pasti akan ingin kue untuk camilan pendampingnya,” jelasnya.

Dijelaskannya, Gujji Coffee & Eatery hampir 70 persen menggunakan kopi asli Indonesia khususnya Bali. Sisanya, pihaknya bereksperimen dengan produk kopi Brasil. Kopi lokal diutamakan karena pihaknya ingin memperhatikan kehidupan petani kopi lokal. Petani harus memiliki saluran pemasaran tersendiri, sehingga ekonomi Bali bisa berputar.

“Untuk mendapatkan kopi-kopi ini kita mendapatkannya dari petani itu sendiri, sehingga petani bangkit kita juga bangkit dan perekonomian di Bali akan semakin berputar. Untuk saat ini kami sudah menjajaki dan menjalin kerja sama terutama kami menggunakan kopi yang dari Kinatamani. Karena yang kami tonjolkan di sini adalah kopi yang tipikal arabica yang tempat pertumbuhan tingginya itu lebih dari 500 meter dari permukaan laut. Yang kami jual di Gujji Coffee & Eatery itu adalah kualitas, harga terjangkau sehingga dari semua kalangan bisa menikmati dan nongkrong di  Gujji Coffee & Eatery,” katanya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, di masa pandemi pihaknya mengedepankan protokol kesehatan (prokes) baik untuk karyawan ataupun pengunjung. “Kalau salah satu dari tim kita kena covid berarti kita semua isolasi atau usaha ini bisa tutup. Maka dari itu, sebelum memasuki area coffee kami sudah menyediakan fasilitas tempat cuci tangan lalu pengecekan suhu tubuh. Meja disemprot dengan disinfektan secara berkala, jarak yang diatur dan tentunya wajib menggunakan masker,” tandasnya. *suk

BAGIKAN