Gugah Loyalitas Anggota, KSP EDM Gelar Rapat Anggota Terbatas  

Kemajuan koperasi sangat tergantung dari loyalitas anggota yang tergabung di dalamnya.

RAPAT - Ketua Pengurus KSP EDM, Wayan Murja, S.E., M.M., foto bersama pengurus dan anggota KSP EDM usai Rapat Anggota Terbatas.

Denpasar (bisnisbali.com)Kemajuan koperasi sangat tergantung dari loyalitas anggota yang tergabung di dalamnya. Guna meningkatkan loyalitas tersebut, Koperasi Simpan Pinjam Ema Duta Mandiri (KSP EDM), Sabtu (10/1) menggelar rapat anggota terbatas dengan mengundang 98 anggota di Hotel Inna Bali Heritage Denpasar untuk membahas pengembangan keanggotaan.

Ketua Pengurus KSP EDM, Wayan Murja, S.E., M.M., mengatakan, maju dan berkualitasnya sebuah koperasi tergantung dari loyalitas anggota. Tidak hanya pada loyalitas dalam menempatkan dananya di koperasi ataupun melakukan pinjaman di koperasi, namun juga loyal dalam mengikuti berbagai program yang dirancang koperasi dalam upaya menjadi lebih besar dan maju. “Kami mengundang 98 anggota potensi, yang kami yakini akan mendukung program baru yang kami rancang pada 2020 ini. Kami memiliki program klasifikasi anggota, untuk membawa KSP EDM ini menjadi salah satu koperasi besar di Indonesia,” katanya.

Di hadapan 82 anggota yang hadir, Wayan Murja menjelaskan, untuk membawa KSP EDM sejajar dengan koperasi terbesar di Indonesia, perlu dilakukan berbagai inovasi sehingga bisa lebih maju dan berkembang. Banyak persoalan yang perlu diantisipasi ke depan terutama di era revolusi industri 4.0 ini, termasuk dari segi anggota.

Anggota KSP EDM per 31 Desember 2019 mencapai 3207 orang. Namun, ada 4 ribu non-anggota yang menggunakan jasa KSP EDM, hal tersebut dikatakan sangat dilematis karena bertentangan dengan ketentuan. “Kami sudah berupaya untuk  membujuk mereka menjadi anggota, tapi tetap tidak mau. Mereka cuma mau menggunakan jasa kami, kemungkinan karena enggan mengeluarkan dana untuk simpanan pokok dan simpanan wajib. Padahal, sudah kami rancang sangat rendah yaitu simpanan pokok Rp100 ribu dan simpan wajib Rp5 ribu per bulan, sehingga semua kalangan bisa menjangkaunya,” katanya.

Ia mengatakan, program revitalisasi keanggotaan dengan membedakan kelas anggota menjadi 3 kelas yaitu kelas A, B dan C. “Dasar pemikiran kami mengklasifikasikan anggota ini, adalah karena jumlah anggota sudah makin banyak dan untuk mengantisipasi persoalan ke depan. Dalam klasifikasi tersebut, 4 ribu non-anggota yang sangat potensial tersebut akan dimasukkan dalam kelompok C yaitu kelompok calon anggota sehingga tidak melanggar ketentuan peraturan perundang-undangan koperasi,” kata pria asli Gianyar tersebut.

Namun dikatakannya, dari pengklusteran anggota tersebut tidak akan membeda-bedakan dari segi pelayanan, tentunya dengan fasilitas yang berbeda agar sesuai dengan kelas. Dengan demikian, diharapkan KSP EDM dapat menjawab tantangan-tantangan koperasi ke depannya yang bertambah maju dan berkembang.

“Di sini kami menekankan prinsip dari koperasi adalah kepentingan ekonomi anggota harus selaras dengan kepentingan koperasi. Jadi pengklusteran anggota ini adalah jawaban yang tepat, karena tidak semua anggota dapat diajak loyal terhadap koperasi,” katanya.

Anggota yang masuk dalam kelas A diwajibkan untuk menyetor simpanan wajib sebesar Rp 5 juta. “Jadi anggota yang tergabung dalam kelas A ini akan kita ajak menentukan jalannya KSP EDM ini ke depan. Dari 82 anggota yang hadir 57 orang sudah setuju untuk masuk kelas A, kami targetkan sekitar 50 anggota lagi yang bergabung agar program ini berjalan,” kata Murja.

Perkembangan KSP EDM per 31 Desember 2019 cukup bagus. Semua elemen postpost utama mengalami perkembangan cukup baik seperti aset, tabungan, deposito, modal dan SHU semua berkembang 10-27 persen, hanya pinjaman yang berkembang 6 persen. Kondisi ini jauh lebih baik dari kondisi perbankan. *pur

BAGIKAN