Gubernur Koster Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Penduduk Tahap Kedua

Tingkat partisipasi masyarakat Bali dalam mengikuti Sensus Penduduk 2020 (SP2020) secara online pada 15 Februari sampai 29 Mei 2020 mencapai 35,59 persen.

Denpasar (bisnisbali.com) Tingkat partisipasi masyarakat Bali dalam mengikuti Sensus Penduduk 2020 (SP2020) secara online pada 15 Februari sampai 29 Mei 2020 mencapai 35,59 persen. Ini merupakan peringkat tertinggi se-Indonesia. Selanjutnya, SP2020 tahap kedua dengan pendataan langsung ke lapangan dimulai sejak Selasa (1/9) kemarin, dan akan berakhir pada 30 September mendatang.

Bertempat di Gedung Gajah Jaya Sabha Denpasar, Gubernur Bali Wayan Koster didampingi jajaran Pemerintah Provinsi Bali bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) melaksanakan Kick Off Sensus Penduduk September 2020 sebagai bentuk kesiapan seluruh jajaran BPS mensukseskan Sensus Penduduk September 2020.

Ketua BPS Provinsi Bali Adi Nugroho dalam acara tersebut mengatakan, tahun ini menjadi pelaksanaan sensus ketujuh sejak kemerdekaan. Tahun ini pelaksanaan sensus dilakukan dengan cara baru yaitu dengan diawali pelaksanaan SP2020 online serta menggunakan data e-KTP sebagai pendataan.

“Pelaksanaan secara online dilakukan guna membiasakan masyarakat untuk beralih ke digital. Dan ternyata menunjukan hasil yang cukup memuaskan yaitu secara nasional tercatat 19,05 persen penduduk yang berpartisipasi dalam SP2020 online dan untuk Bali angka partisipasinya adalah 35,59 persen,” ujarnya sembari mengatakan capaian ini menempatkan Bali sebagai wilayah dengan capaian tertinggi secara nasional.

Selanjutnya, SP2020 tahap kedua yang telah dimulai sejak kemarin dengan pendataan langsung ke lapangan mengerahkan petugas sebanyak 2.946 orang. Pihaknya ditargetkan SP2020 berakhir pada 30 September mendatang yang mengaku optimis target tercapai dengan usaha yang masif serta dengan dukungan dari berbagai pihak.

Disinggung soal pendataan kembali terhadap masyarakat yang telah melakukan SP2020 secara online, Nugroho mengatakan, tetap melakukan pendataan karena kemungkinan adanya mutasi pasti ada. Data yang didapatkan nantinya akan digabungan antara masyarakat yang telah melakukan SP2020 secara online dan belum.

Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster yang hadir dalam kesempatan tersebut mengatakan, sensus penduduk bukan hanya menjadi tujuan nasional namun juga menjadi kepentingan daerah, karena pemerintah sangat membutuhkan data yang akurat sebagai basis untuk menyusun perencanaan dan kebijakan dalam menjalankan pemerintahan di seluruh Indonesia khususnya di Bali.

Gubernur juga mengatakan apresiasinya kepada seluruh pihak baik jajaran pemerintahan provinsi, kabupaten/kota, instansi atau lembaga pemerintahan vertikal, TNI, Polri, media dan pihak swasta yang telah mendukung pelaksanaan SP2020 secara online dengan hasil yang membanggakan. “Selanjutnya saya berharap dukungan tetap berlanjut untuk mensukseskan SP2020 tahap kedua,” ujarnya. *wid

BAGIKAN