GPM Dinas Ketahanan Pangan Diserbu Masyarakat

Menjelang Natal kemarin tidak terjadi kenaikan harga yang cukup signifikan

PANTAU GPM - Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Ir. I Wayana Jarta didampingi Kabid Distribusi dan Cadangan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Bali, I Nyoman Suarta saat memantau GPM di lapangan parkir timur Renon.

Denpasar (bisnisbali.com) – Menjelang Natal kemarin tidak terjadi kenaikan harga yang cukup signifikan. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Ir. I Wayan Jarta mengatakan harga relatif stabil bahkan ada yang cenderung turun. Jadi suasana Natal tidak mempengaruhi sentimen pasar tradisional. Menjelang Tahun Baru, karena semua orang merayakan, sudah mulai ada sedikit kenaikan harga.

Mengantisipasi gejolak harga yang lebih tinggi, Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Provinsi Bali kerjasama dengan Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian dan Tim Penggerak PKK Provinsi Bali menyelenggarakan Gelar Pangan Murah (GPM). “GPM sebagai bagian dari upaya mengendalikan gejolak harga, dalam rangka menghadapi hari Natal dan Tahun Baru (Nataru). Sebelum Natal kita sudah laksanakan di kantor DKP Provinsi Bali, kali ini menjelang Tahun Baru kita laksanakan di lapangan parkir timur Renon. Ini bagian dari kegiatan Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian dalam rangka mengatasi fluktuasi harga menjelang Nataru ini,” terang Jarta.
Diakui, harga mulai merangkak naik namun masih dalam batas wajar. “Beberapa komoditi seperti bawang merah, cabai sudah merangkak naik, tetapi kalau saya melihat harga itu masih  dalam batasan toleransi. Jadi kenaikan harga itu akibat dari sentimen pasar, tapi masih dalam batas – batas wajar tidak melonjak tinggi seperti yang kita khawatirkan. Kenaikan harga menjelang hari raya secara psikologis memang biasa terjadi, yang penting tidak meresahkan masyarakat,” tandasnya.

Sementara harga kebutuhan pokok lainnya masih bisa dikendalikan seperti harga beras, daging ayam dan telur masih bisa dikendalikan. Yang sering berfluktuasi cabai dan bawang merah yang memang produksinya tidak bisa diatur.

Dari hasil survei DKP per 27 Desember harga daging ayam di pasar naik Rp 2 ribu per kilogram menjadi Rp37 ribu, sementara di pasar murah dijual Rp32 ribu per kilogram. Telur ayam per kilogram di pasar Rp23.500 di pasar murah dijual Rp20.800.  Beras medium di pasar Rp10.500 di pasar murah Rp9.200 per kilogram.

Bawang merah di pasar merangkak naik menjadi Rp 32 ribu, sementara di Toko Tani Indonesia (TTI) bisa dijual Rp27 ribu. Bawang putih di pasar Rp28 ribu di pasar murah Rp25 ribu per kilogram. Cabai rawit merah di pasar Rp42 ribu di pasar murah dijual Rp40 ribu per kilogram. Gula pasir lebih murah Rp500 dibandingkan harga pasar Rp13 ribu.

“Mudah-mudahan masyarakat bisa memanfaatkan momentum ini karena GPM di lapangan parkir timur Renon akan berlangsung selama 2 hari hingga Sabtu, 28 Desember. Di sini juga disediakan buah – buahan, sayur – mayur, daging olahan dan ikan pindang,” ucapnya.
Selain melibatkan TTI dan produsen  langsung sehingga harga lebih terjangkau, DKP juga melibatkan Bulog dalam GPM yang menyediakan beras premium 5 kg Rp 47.500, beras premium 10 kg  Rp90 ribu. Gula  1 kilogram Rp11.500. Minyak goreng 1 lt Rp10.500, beras merah 1 kg Rp23 ribu.

Harga yang lebih rendah dari harga pasar tersebut, membutuhkan GPM diserbu oleh masyarakat untuk membeli kebutuhan pokoknya. Dengan GPM, Jarta mengharapkan harga kebutuhan pokok di Bali tetap aman dan stabil karena pasokan pangan sangat memadai. *pur

BAGIKAN