Giri Prasta Berkomitmen Wujudkan Masyarakat Badung  Sebagai Tuan di Daerah Sendiri  

Seiring rampungnya penataan Pantai Jerman di Kuta, Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta didampingi Ketua Komisi II DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti dan Anggota DPRD dapil Kuta Ni Luh Gede Sri Mediastuti, meninjau sekaligus mengecek hasil penataan, Sabtu (12/9).

CEK - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta saat mengecek hasil penataan Pantai Jerman di Kuta, Sabtu (12/9).        

Mangupura (bisnisbali.com) –Seiring rampungnya penataan Pantai Jerman di Kuta, Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta didampingi Ketua Komisi II DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti dan Anggota DPRD dapil Kuta Ni Luh Gede Sri Mediastuti, meninjau sekaligus mengecek hasil penataan, Sabtu (12/9).

Dalam kunjungan tersebut Bupati disambut oleh Camat Kuta Nyoman Rudiarta, Lurah Kuta I Ketut Suwana serta tokoh dan masyarakat setempat. Penataan Pantai Jerman sendiri menelan dana Rp 8 miliar yang bersumber dari APBD Kabupaten Badung.

Dalam pengecekan ini, Bupati Giri Prasta melihat satu per satu fasilitas pendukung yang mendapatkan sentuhan penataan di Pantai Jerman. Mulai dari warung sebagai tempat berjualan, fasilitas pendukung untuk para nelayan, sampai ke toilet umum yang ada tidak luput dari perhatian orang nomor satu di Bumi Keris tersebut.

Giri Prasta menyampaikan Pemerintah Kabupaten Badung bersama DPRD Badung sepakat untuk menata pantai di kawasan Samigita (Seminyak, Legian dan Kuta). Dan saat ini sudah memasuki tahapan DED, di mana pemerintah kabupaten akan memfasilitasi sepenuhnya pelaksanaan kegiatan tersebut sesuai dengan Undang-Undang Nomor 1 tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 27 tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil yang menyebutkan bahwa penataan daratan merupakan kewenangan pemerintah kabupaten atau kota.

“Inilah wujud keberpihakan kita menjadikan masyarakat Badung sebagai tuan di rumahnya sendiri. Dengan penataan yang kita lakukan terhadap Pantai Jerman tentu memberikan manfaat langsung kepada masyarakat sekitar. Warga bisa memanfaatkan warung yang ada untuk berjualan, nelayan dan pelaku pariwisata bisa beraktivitas dengan lancar dan sudah barang tentu wisatawan juga akan merasa betah untuk berkunjung,” katanya.

Lebih lanjut bupati mengatakan meskipun pandemi masih melanda tapi industri pariwisata merupakan industri yang membutuhkan sentuhan secara berkelanjutan. Sehingga apabila saatnya nanti terjadi reborn ekonomi pariwisata dunia sudah pulih kembali, dipastikan destinasi wisata yang ada di Kabupaten Badung siap sepenuhnya dalam menyambut wisatawan.

Dalam kunjungan tersebut Bupati Giri Prasta juga menyempatkan diri untuk berbincang santai dengan pedagang dan nelayan, untuk mendengar dan menyerap aspirasi secara langsung.

“Dengan melihat dan mendengar secara langsung apa yang menjadi kebutuhan masyarakat, itulah cara kami untuk melihat Badung secara utuh. Dan di tengah pandemi ini kami tidak henti-hentinya mengingatkan dan mengajak masyarakat untuk selalu disiplin dalam melaksanakan protokol kesehatan,” tegasnya.

Berkenaan dengan penguatan ekonomi pihaknya akan selalu memberikan pelatihan dan penguatan modal usaha kepada masyarakat. “Kami bersama tokoh-tokoh di Samigita juga sudah sepakat untuk membuat jembatan emas kepada generasi penerus yang akan kami kuatkan dengan Surat Keputusan Bupati sehingga mereka memiliki kewenangan dalam mengelola wilayah masing-masing. Kami tidak ingin merta metemahan wicara (menimbulkan keributan) maupun merta matemahan wisya (menimbulkan masalah hukum),” tegas bupati asal Pelaga ini seraya membagikan masker dan vitamin kepada nelayan pantai Jerman.

“Apabila nelayan sehat, nelayan kuat, sudah tentu Badung akan semakin hebat,” pungkasnya. *

BAGIKAN