Giliran, Pedagang di Pasar Ubung dan Pasar Pemecutan Dites Rapid

Setelah sebelumnya tes rapid dan swab dilakukan menyeluruh di Pasar Kumbasari, kali ini 188 dan 83 orang pedagang serta pelaku pasar di Pasar Pasah Pemecutan dan Pasar Ubung ikuti tes rapid pada Sabtu (20/6) lalu.

Denpasar (bisnisbali.com) –Setelah sebelumnya tes rapid dan swab dilakukan menyeluruh di Pasar Kumbasari, kali ini 188 dan 83 orang pedagang serta pelaku pasar di Pasar Pasah Pemecutan dan Pasar Ubung ikuti tes rapid pada Sabtu (20/6) lalu. Ini dilakukan sebagai secerening awal untuk menekan penyebaran covid-19 serta menyiapkan keamanan berniaga untuk mendukung penerapan adaptasi kebiasaan baru.

Camat Denpasar Barat, AA Ngurah Made Wijaya, S.Sos. yang memantau langsung pelaksanaan tes rapid di Pasar Pemecutan menjelaskan, tes yang menyasar seluruh pedagang Pasar Pasah Kelurahan Pemecutan sebagai langkah awal kewaspadaan bersama. Dijelaskannya, pelaksanaan tes rapid kepada pedagang pasar ini tidak terlepas dari arahan Wali Kota Denpasar untuk kewaspadaan bersama terkait dengan klaster baru penyebaran corona di pasar tradisional. Dari langkah ini, nantinya para pedagang dan pembeli serta pengelola pasar dapat nyaman dan aman dalam melakukan transaksi jual beli.

Terhadap tes rapid kepada 188 pedagang tersebut, dikatakannya, 1 orang menunjukkan hasil reaktif dan dilanjudkan dengan tes swab serta langsung diimbau untuk melakukan isolasi mandiri. “Kami bersama pihak kelurahan langsung mengambil langkah untuk mengarahkan satu pedagang ini agar melaksanakan isolasi mandiri dulu di rumahnya selama 14 hari, serta kebutuhan sembako sudah ditangani dari Dinas Sosial Kota Denpasar,” ujar Agung Wijaya

Di tempat yang berbeda Lurah Ubung, I Wayan Ariyanta mengatakan, tes rapid yang dilakukan untuk pedagang di Pasar Ubung bertujuan menyiapkan keamanan berniaga untuk mendukung penerapan adaptasi kebiasaan baru. “Ini kan sifatnya screening awal dalam mendukung adaptasi kebiasaan baru, dan pasar saat ini bisa menjadi episentrum penyebaran baru, sehingga kita wajib meningkatkan kewaspadaan, salah satunya dengan deteksi awal melalui rapid tes,” ujar Lurah Ubung, I Wayan Ariyanta saat dijumpai di sela-sela kegiatan.

Dengan melakukan screening awal ini menurutnya, kondisi kesehatan pengelola, pedagang, juru parkir serta elemen lain di dalam pasar dapat dipantau secara berkala.  Dengan demikian, kondisi seluruh elemen di dalam pasar dapat terdeteksi kesehatanya dan pasar sebagai roda penggerak ekonomi kerakyatan tetap berputar dan aman dari covid-19.

Ariyanta menjelaskan, pelaksanaan tes rapid di Pasar Adat Ubung dibagi menjadi dua tahap. Tahap pertama dilaksanakan Sabtu (20/6) yang diikuti oleh 83 orang yang terdiri atas pedagang, pengelola pasar, juru parkir (jukir) dan elemen pasar lainnya. Adapun dari pelaksanaan tahap pertama seluruhnya dinyatakan nonreaktif. Tahap kedua akan dilaksanakan Senin (22/6) mendatang. *wid

BAGIKAN