Giliran, Durian Tembus Pasar Ekspor

Di tengah pandemi covid-19, durian Tabanan ancang-ancang akan menembus pasar ekspor.

Tabanan (bisnisbali.com) –Di tengah pandemi covid-19, durian Tabanan ancang-ancang akan menembus pasar ekspor. Uniknya, durian produksi lokal ini dikemas tidak dalam bentuk butiran, melainkan diekspor dalam kemasan durian kupas yang sudah dibekukan.

Salah satu pengepul durian asal Pupuan, Jero Putu Tesan, di Tabanan, Senin (15/6) mengungkapkan, durian yang akan diekspor ini merupakan produksi petani di Kecamatan Pupuan yang merupakan sentra durian cukup besar di Tabanan. Imbuhnya, ekspor ini sebagai upaya untuk membantu petani mengingat setiap panen, harga durian cenderung murah.

Bercermin dari itu pula, ia bersama sejumlah rekannya yang tergabung dalam Asosiasi Durian se-Indonesia mencoba mengemas durian dalam bentuk berbeda, yakni durian kupas yang sebelumnya dibekukan. Menurutnya, durian kupas ini banyak diminati karena konsumen bisa menikmati tanpa susah-susah membuka kulit serta warna dan tingkat kematangannya bisa langsung diketahui.

“Kita mengemas durian montong superlokal Bali dalam bentuk durian beku. Jadi sudah tidak ada kulitnya,” ujarnya.

Rencananya, ekspor durian kupas ini akan dilakukan pada Juli dan Agustus mendatang. Pertimbangannya, bulan tersebut merupakan masa paceklik sehingga pada saat itu bisa dipastikan tidak ada lagi produksi durian dan itu akan membuat harga menjadi menguntungkan. Di sisi lain, diakuinya, durian kupas siap ekspor ini sudah melewati teknik pengemasan, sehingga durian tersebut bisa tahan sampai 7 bulan dengan rasa yang masih tetap sama.

“Untuk sementara durian kupas untuk jenis montong saja dulu yang rencana akan dipasarkan ke Rusia dan Hongkong,” tandasnya.

Sambungnya, saat ini di Kabupaten Tabanan ada banyak varietas durian yang memiliki potensi ekspor. Di antaranya, durian kunyit dan durian mentega, dan durian musang king. Terkait itu pihaknya berencana akan bekerja sama dengan Dinas Pertanian Tabanan untuk mengidentifikasi durian lokal lainnya yang unggul untuk ekspor selanjutnya.

Selain menampung hasil pertanian Tabanan, pihaknya juga siap menampung produksi durian luar Tabanan seperti Singaraja, namun dengan trade mark Tabanan. Dikemas menjadi durian kupas yang dibekukan, harga durian pun jauh lebih mahal yakni mencapai Rp 60 ribu per 500 gram atau mencapai Rp 120 ribu per kilogram.

“Kondisi itu jauh lebih mahal jika dikemas dalam bentuk durian butiran, karena paling mahal hanya Rp 30 ribu per kilogram,” kilahnya. *man

BAGIKAN