Gianyar Kembali Usulkan 2.000 UMKM Penerima Banpres

Pemerintah Kabupaten Gianyar memberikan perhatian serius terhadap pemulihan ekonomi di masa pandemi Covid-19.

UMKM - UMKM yang diusulkan mendapatkan Banpres Produktif.

Gianyar (bisnisbali.com)Pemerintah Kabupaten Gianyar memberikan perhatian serius terhadap pemulihan ekonomi di masa pandemi Covid-19. Setelah program Bantuan Presiden (Banpres) Produktif  tahap pertama, Pemkab Gianyar melalui Dinas Koperasi dan UKM kembali mengusulkan 2.000 Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) penerima Banpres tahap kedua pada November 2020.

Menurut Kepala Dinas Koperasi (Diskop) dan UKM Kabupaten Gianyar Dewa Putu Mahayasa, Jumat (23/10) kemarin, pada tahap pertama September 2020 Kabupaten Gianyar mengajukan usulan 7.249 pelaku UMKM ke Kementerian Koperasi. Mereka diusulkan mendapatkan Banpres Produktif.

Untuk tahap kedua sampai November nanti, Diskop UKM Gianyar mengajukan usulan 2.000 pelaku UMKM ke Kementerian Koperasi. Mereka diusulkan karena memenuhi persyaratan sebagai penerima Banpres Produktif. Sama seperti tahap pertama, pelaku UMKM yang diusulkan sebagai penerima Banpres Produktif harus melengkapi persyaratan administrasi seperti NIK, KTP, bidang usaha, nomor telepon dan lainnya. Pelaku UMKM tersebut juga dipastikan tidak sedang menerima pembiayaan KUR, bukan ASN, bukan TNI/Polri dan bukan pegawai BUMN/BUMD.

Lebih lanjut dikatakannya, program Banpres Produktif untuk usaha mikro melalui Kementerian Koperasi, sedangkan bantuan UMKM berdasarkan Peraturan Menteri Koperasi Nomor  6 Tahun 2020.  Ia meyakini program Banpres Produktif merupakan strategi Pemerintah Pusat untuk membantu usaha mikro agar bertahan di tengah pandemi Covid-19. Bantuan akan diberikan langsung senilai Rp 2,4 juta kepada pelaku usaha mikro yang sudah memenuhi persyaratan.

Diskop UKM Gianyar cuma menyampaikan permohonan ke Kementerian Koperasi. Selanjutnya yang menentukan layak menerima Banpres adalah Kementerian Koperasi. “Kalau disetujui Kementerian, pelaku UMKM akan mendapatkan info melalui SMS. Selanjutnya penerima Banpres  berkoordinasi dengan BNI dan BRI sebagai  bank penyalur guna pencairan,” jelas Dewa Putu Mahayasa. *kup

BAGIKAN