Generasi Muda Tabanan mulai Lirik Jadi Nelayan

Dampak pandemi Covid-19 tak hanya membuat sektor pertanian di Kabupaten Tabanan menjadi satu-satunya yang dilirik kembali oleh generasi muda.

Sejumlah nelayan pemula yang merupakan generasi muda Tabanan melakukan aktivitas melaut.

Tabanan (bisnisbali.com) –Dampak pandemi Covid-19 tak hanya membuat sektor pertanian di Kabupaten Tabanan menjadi satu-satunya yang dilirik kembali oleh generasi muda. Di sektor perikanan hal sama juga terjadi, itu tercermin dari meningkatnya jumlah nelayan di Kabupaten Tabanan yang sebagian besar merupakan kalangan anak muda dengan usia 20 tahun ke atas.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia Kabupaten Tabanan, I Ketut Arsana Yasa, Rabu (31/3) mengungkapkan, pandemi ini membuat sejumlah generasi muda Tabanan melirik pekerjaan sebagai nelayan tangkap. Lima tahun lalu rata-rata nelayan di Tabanan yang melaut didominasi usia 50 tahun ke atas, namun sekarang justru didominasi oleh anak muda dengan rata-rata usia 20 tahun ke atas.

“Saya kaget karena banyak generasi muda yang merupakan anak dari para nelayan di Tabanan ini memilih untuk melaut. Alasan mereka, selain mewarisi warisan leluhur, karena mereka juga hobi,” tuturnya.

Pandemi Covid-19 ini juga memberi andil bagi pekerjaan di sektor nelayan tangkap. Sebelumnya pekerjaan sebagai nelayan dinilai sebagai pilihan terakhir. Tapi kini, pekerjaan sebagai nelayan ini sudah menjadi pilihan utama karena berpotensi memberi pendapatan ekonomi, meski bergantung juga dengan kondisi cuaca di laut.

Pria yang akrab disapa Pat Tut Sadam ini menambahkan, fenomena munculnya nelayan muda di Tabanan ini mulai terjadi pada Oktober 2020 lalu sampai saat ini dan itu sekaligus membuat jumlah pekerja di sektor ini mengalami peningkatan yang signifikan. Prediksinya, saat ini dari total jumlah nelayan di Tabanan yang mencapai 1.200 an orang, dari jumlah tersebut sekitar 200 orang merupakan nelayan pemula atau baru yang berada di daerah pesisir diantaranya dari Pantai Yeh Gangga, Pantai Selabih, dan Pantai Pasut.

Terkait kondisi cuaca di laut selatan Tabanan ini memang untuk minggu depan perkiraan terjadi gelombang tinggi, namun secara umum kondisi cuaca cukup bagus untuk aktivitas melaut saat ini. Cuaca bagus ini dibarengi juga dengan potensi tangkapan untuk nelayan profesional terhadap lobster, sedangkan untuk nelayan pemula melakukan aktivitas mancing.

“Saat ini untuk ikan pancing dasaran atau yang di atas ini semua naik ke permukaan dan semua itu memiliki nilai jual cukup tinggi dipasaran. Harga ikan tangkapan ini paling rendah Rp 40.000,” ujar pria yang juga anggota DPRD Tabanan ini.

Jenis ikan tangkapan ini diantaranya, ikan layang, ikan crusy merah, tenggiri dan jangki. Di pasaran ikan untuk harga ikan jangki ini cukup mahal berkisar Rp 40.000 per kg, ikan tenggiri Rp 65.000 per kg, sedangkan harga lobster Rp 280.000-Rp 300.000 per kg. Akuinya, saat ini harga lobster ini memang mengalami penurunan dari sebelumnya yang sempat menyentuh Rp 450.000 per kg karena dampak tidak adanya penerbangan langsung ke negara tujuan ekspor, namun kisaran harga yang ada saat ini masih tergolong standar karena jumlah hasil tangkapan nelayan juga banyak.

“Per hari kadang nelayan yang bisa menangkap lobster 3-6 kg, sehingga dari nilai yang didapat cukup lumayan menguntungkan,” tandasnya.*man

BAGIKAN