Gelombang Tinggi, Asuransi 938 Nelayan justru Tertunda

ada 2020, Kabupaten Tabanan mengusulkan 938 orang nelayan memperoleh asuransi yang merupakan program dari pemerintah pusat.

Tabanan (bisnisbali.com) –Pada 2020, Kabupaten Tabanan mengusulkan 938 orang nelayan memperoleh asuransi yang merupakan program dari pemerintah pusat. Sayangnya, karena adanya pandemi covid-19, progam yang preminya dibayarkan oleh pemerintah selama satu tahun ini jadi ditunda dan akan dilanjutkan pada 2021 mendatang.

Kepala Bidang Pemberdayaan Nelayan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Tabanan, I Made Bogorada, mengungkapkan, tahun ini sebenarnya Dinas Kelautan dan Perikanan Tabanan sudah mengirim data usulan penerima asuransi nelayan yang mencapai 938 orang. Sayangnya, sesuai surat dari Kementerian Kelautan dan Perikanan terkait reposisi anggaran karena adanya pandemik covid-19, membuat program asuransi nelayan ini ditunda dan akan dilaksanakan pada 2021 nanti.

“Kabupaten Tabanan sudah mendapatkan manfaat dari program ini sejak 2016. Fungsinya untuk melindungi mereka (nelayan) selama melaksanakan pekerjaannya yang meliputi kecelakaan kerja menyebabkan cedera, cacat, maupun meninggal,” tuturnya.

Jelas Bogorada, asuransi nelayan yang diberikan hanya berlaku satu tahun dan harus diperpanjang lagi. Saat ini untuk di Kabupaten Tabanan tercatat ada 273 nelayan yang kartu asuransi nelayannya masih aktif, sedangkan jumlah data nelayan di Tabanan ada 1.036 orang. Harapannya, pada 2021 nanti akan ada kuota kembali untuk asuransi nelayan.

Saat ini di tengah ancaman gelombang laut yang tinggi, pihaknya mengimbau agar nelayan sementara tidak melaut. Biasanya kalau tidak melaut karena gelombang tinggi, para nelayan ini melakukan perbaikan jaring dan kapal, sehingga pada saat gelombang laut sudah mereda dan aman, nelayan sudah siap beraktivitas kembali.

“Kami selalu meng-update informasi mengenai kondisi gelombang serta cuaca ke nelayan. Saat ini gelombang sedang tinggi dan diimbau bagi nelayan untuk tidak melaut dulu,” tandasnya.

Selain itu, mengenai bantuan khusus untuk nelayan yang terimbas pandemi covid-19 juga belum ada. Diakuinya, seharusnya sesuai peraturan Dirjen Perikanan Tangkap KKP Nomor 3/PER-DJPT/2020 27 Februari 2020 Tentang Petunjuk Tenis Bantuan Sarana Penangkapan Ikan Pada Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap, nelayan mendapatkan bantuan berupa paket kapal penangkap ikan dan alat penangkap ikan.

“Namun sekarang ada reposisi anggaran jadi mengenai bantuan ini belum kami terima informasi lebih lanjut,” kilahnya. *man

BAGIKAN