Gelombang Pasang, Aktivitas Penyeberangan Sanur-Nusa Penida Turun

Sejak diumumkannya pandemi covid-19 pada Maret lalu, penyeberangan dari Sanur menuju Nusa Penida dan Nusa Lembongan sudah turun drastis.

Suasana penyeberangan di Sanur terpantau sepi.

Denpasar (bisnisbali.com) –Sejak diumumkannya pandemi covid-19 pada Maret lalu, penyeberangan dari Sanur menuju Nusa Penida dan Nusa Lembongan sudah turun drastis. Ditambah gelombang pasang yang terjadi saat ini, aktivitas penyeberangan kembali menurun.

Staf Kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Benoa Wilayah Kerja Sanur, Agus Prio Sudharma, S.H. saat ditemui di Sanur, mengatakan, saat ini hanya ada 4 perusahaan yang beroperasi setiap harinya. Di Sanur, katanya, ada 35 perusahaan yang beroperasi. Perusahaan tersebut, kata Agus Prio, beroperasi secara bergilir.

Hingga kemarin, kata Agus Prio, penyeberangan tetap berjalan, namun tidaklah banyak. Dikatakannya, penyeberangan masih aman jika dilakukan pagi hari. “Jelang siang gelombang agak tinggi. Kita setiap hari tetap perbarui data dari BMKG untuk melihat perkembangan yang terjadi,” ujarnya

Saat ini, dikatakannya, penyeberangan hanya memprioritaskan logistik, masyarakat asli Nusa serta yang memiliki kepentingan seperti paramedis dan sebagainya. “Kalau akibat gelombang tidak begitu terasa penurunannya, karena memang sudah sepi sejak 3 bulan lalu,” jelasnya.

Jika pada kondisi normal (tanpa pandemi covid-19), saat terjadi gelombang tinggi penyeberangan akan diarahkan melalui Pantai Merta Sari tanpa harus membatalkan penyebarangan ataupun pengurangan penumpang. Dia mengatakan, gelombang pasang merupakan siklus yang terjadi setiap tahun.

Diminta konfirmasi terkait gelombang pasang yang terjadi saat ini, prakirawan BBMKG Wilayah III Denpasar, Diana Hikmah, S.Tr, mengatakan, saat ini tinggi gelombang yang terjadi perairan Sanur dan sekitarnya, berkisar antara 1,0-2,5 meter. “Berdasarkan data model gelombang BMKG, diprediksi gelombang tinggi di perairan selatan Bali masih berpotensi terjadi dalam 3-5 hari ke depan,” ujarnya.

Dijelaskannya, gelombang tinggi yang terjadi beberapa hari ini dipengaruhi oleh sistem tekanan rendah yang terbentuk di perairan barat daya Australia. Hal ini akan meningkatkan kecepatan angin yang cukup signifikan dan akan meningkatkan ketinggian gelombang laut di daerah perairan barat Australia. “Gelombang yang cukup tinggi tersebut akan menjalar menuju perairan selatan wilayah Indonesia termasuk perairan selatan Bali,” imbuhnya. *wid

BAGIKAN