Geliatkan Ekspor Bali, Asephi Bersinergi dengan GPEI  

Kehadiran Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Provinsi Bali yang baru dibentuk akan membantu mempercepat pemulihan ekonomi dalam masa pandemi Covid-19. 

PRODUK - Produk kerajinan dari Bali untuk tujuan ekspor.

Gianyar (bisnisbali.com)-Kehadiran Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Provinsi Bali yang baru dibentuk akan membantu mempercepat pemulihan ekonomi dalam masa pandemi Covid-19. Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (Asephi) Bali  akan bersinergi dengan GPEI Bali untuk meningkatkan ekspor Bali.

Ketua Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (Asephi) Bali Ketut Dharma Siadja, Jumat (20/11), mengatakan pihaknya menyambut positif

perusahaan eksportir di Bali telah berhasil membentuk GPEI Provinsi Bali. “Kami harapkan  Asephi Bali bersama GPEI Bali bisa bersama-sama menyuarakan keluhan-keluhan para pelaku ekspor,” ucapnya.

Ia menjelaskan ekspor Bali sudah mulai jalan, walaupun nilainya masih jauh dibandingkan dengan sebelum pandemi Covid-19. “Yang penting ekspor Bali bisa jalan dan perekonomian masyarakat tetap tumbuh,” katanya.

Ketut Dharma Siadja memaparkan,  Asephi Bali khusus menangani ekspor kerajinan.

Sementara GPEI nantinya diharapkan bisa  menaungi semua komoditas ekspor dari Bali, baik itu handicraft (kerajinan), ikan, buah-buahan maupun produk pertanian lainnya.

Menurutnya, pandemi Covid-19 dan resesi ekonomi global memang berdampak pada operasional perusahaan kerajinan terutama dari sisi pemasaran. Pelaku usaha kerajinan terus berupaya menggerakkan pertumbuhan ekonomi melalui penggarapan pasar ekspor. Mereka  mendekati pasar agar bisa melakukan pemesanan atau orderan baru. Di sisi lain, kegiatan ekspor barang kerajinan Bali ke sejumlah pasar luar negeri mengalami penurunan akibat pandemi di negara pasar. “Dalam pandemi Covid-19, pelaku usaha mesti tetap melakukan pendekatan kepada buyer guna mengeliatkan ekonomi melalui ekspor produk handicraft,” ucapnya.

Ia meyakinkan bahwa pelaku UMKM di Bali dan Gianyar khususnya sudah sangat kreatif dan inovatif membuat desain produk kerajinan termasuk produk tekstil. Produk yang ditawarkan kepada pembeli sudah menampilkan gambar yang unik. Calon pembeli pun telah dikirimi contoh produk. Setelah mendapatkan sampel, pembeli bisa memesan produk ekspor Bali dari negara pasar.

Dharma Siadja mengharapkan pemerintah bisa secepatnya membuka pintu pariwisata untuk wisatawan mancanegara (wisman) tujuan ke Bali. Ini akan memberikan kemudahan bagi calon pembeli mendapatkan visa dalam pandemi Covid-19. Kedatangan pembeli akan menggerakan ekonomi di Bali. ‘’Kemudahan visa akan memudahkan tamu atau buyer bisnis datang langsung ke Bali. Setelah mengunjungi daya tarik wisata, mereka bisa melihat produk kerajinan secara langsung di Bali,” tambahnya.  *kup

BAGIKAN