Garap Wisatawan Lokal

KENYATAAN bahwa industri pariwisata yang paling merasakan dampak terburuk pandemi Covid-19 bukanlah isu hangat lagi.

KENYATAAN bahwa industri pariwisata yang paling merasakan dampak terburuk pandemi Covid-19 bukanlah isu hangat lagi. Hampir delapan bulan ini industri pariwisata berupaya menggarap berbagai peluang yang ada. Di industri perhotelan, membuka fasilitas restoran dan bar dengan menyasar wisatawan lokal merupakan salah satu strategi yang diambil pengusaha.

Co Founder Alila Hotel Seminyak Made Bayu Adi Sastra, S.T. mengatakan, pihaknya sudah menutup operasional hotel sejak April lalu. Hal ini menyusul adanya kebijakan pemerintah yang melarang sementara orang asing masuk wilayah Indonesia.

Namun, sejak Gubernur Bali memberikan kelonggaran untuk wisatawan domestik (wisdom), langkah yang dilakukan pihaknya adalah menyasar wisdom dan wisatawan lokal Bali. Salah satunya dengan membuka restoran dan bar.

“Jadi, kami ambil peluang dan mencoba membuka restoran dan beach bar saat weekend saja. Hari Jumat, Sabtu dan Minggu. Karena Agustus sempat long weekend, responsnya lumayan positif, termasuk dengan wisatawan domestik yang datang. Dan sejauh ini, masih tergolong aman dengan wisatawan lokal. Mungkin karena lokasinya di pinggir pantai, sunset pointnya dapat dan open air. Di masa pandemi seperti ini, lokasi open air lebih aman,” ujar Adi Sastra.

Walaupun hotel masih ditutup, tetap saja diperlukan pegawai yang bekerja untuk maintenance seluruh fasilitas hotel. Berdampingan dengan kondisi seperti ini, seluruh karyawan diatur jam kerjanya. Di sisi lain, dilihat dari jumlah kedatangan wisatawan ke Bali, belum ada tanda-tanda yang meyakinkan untuk membuka hotel kembali.

“Karena sekalinya hotel dibuka, biaya operasionalnya sangat tinggi. Dengan market yang belum jelas,dan jumlah kedatangan wisatawan yang tergolong minim, kami belum berani mengambil keputusan tersebut. Untuk itu, kami berharap agar pemerintah dapat memberikan stimulus atau bantuan pinjaman lunak untuk dunia usaha. Jadi, kami masih bisa bertahan sampai tahun 2020. Mungkin, dalam program pemulihan ekonomi nasional, diharapkan pemerintah pusat bisa mengalokasikan untuk Bali berupa pinjaman lunak sehingga kami mampu membayar karyawan, kewajiban-kewajiban rutin serta pajak daerah,” imbuhnya.

Pandemi ini sekaligus memberikan pihak hotel waktu untuk melakukan berbagai perbaikan fasilitas, seperti memperbaiki lobi dan toilet. Selebihnya, protokol kesehatan diterapkan dengan sangat ketat. Hal ini sesuai dengan imbauan pemerintah dan merupakan salah satu cara membangun kepercayaan dari pengunjung serta menjamin kenyamanan pengunjung selama berlibur di Alila Hotel Seminyak. *git

BAGIKAN