Galungan di Tengah Pandemi, Pengusaha Kebaya Kurangi Stok  

Seiring dengan melemahnya daya beli masyarakat di tengah pandemi Covid-19, para pelaku usaha mengurangi produksi atapun stok produk jelang Hari Raya Galungan dan Kuningan kali ini.

Denpasar (bisnisbali.com) –Seiring dengan melemahnya daya beli masyarakat di tengah pandemi Covid-19, para pelaku usaha mengurangi produksi atapun stok produk jelang Hari Raya Galungan dan Kuningan kali ini. Tidak terkecuali pengusaha pakaian adat Bali yang merasakan lesunya permintaan saat ini.

Seperti yang diungkapkan oleh Mirah Krsnayanthi, salah seorang pemilik butik pakaian adat Bali yang tidak menyediakan banyak stok kebaya ataupun sejenisnya dalam menyambut Galungan dan Kuningan kali ini. Bahkan, saat ditemui Jumat (21/8) kemarin, wanita yang akrab disapa Mirah ini mengaku lebih memproduksi dan menyediakan produk dengan harga yang relatif terjangkau. “Pembuatan stok berkurang. Kita optimalkan penjualan produk yang sudah ada dulu. Untuk stok buatnya dikit-dikit aja,” ujarnya saat ditemui di Butiknya di Jalan Tukad Batanghari, Denpasar.

Lebih lanjut diakuinya, penjualan produk pakaian adat di tengah pandemi Covid-19 ini tentunya menurun. Bahkan dia mengatakan, ketiga tokonya pun sempat tutup beberapa bulan lalu. Untuk saat ini dikatakannya permintaan sudah mulai meningkat, namun tidak seramai jelang Galungan dan Kuningan sebelumnya.

Untuk tetap bertahan dan sebagai upaya menarik minat masyarakat, Mirah mengaku melakukan berbagai upaya. Salah satunya mengadakan promo potongan harga. “Kebetulan juga momennya bulan ini pas yaitu peringatan Hari Kemerdekaan dan bulan depan sudah hari raya, kami mengatakan sale,” ungkapnya sembari mengatakan promo sudah mulai dilakukan sejak awal Agustus lalu.

Di samping mengadakan promo, pihkanya juga menyediakan produk yang kekinian dengan harga yang terjangkau. “Kami sesuaikan dengan harga yang terjangkau. Karena kondisi di tengah pandemi ini pasti banyak yang berhemat,” terangnya.

Demikian harga produk khususnya kebaya mulai dijual dengan harga Rp 50.000 per pcs-nya. Sementara untuk model kebaya yang dijual kebanyakan kebaya bunga-bunga yang dipaketkan dengan kain polos dan selendang. “Kebaya putih juga kami sediakan dan lebih banyak kita sesuaikan dengan tren saat ini,” imbuhnya. *wid

BAGIKAN