Gairahkan Wisdom, Insentif Maskapai Jadi Angin Segar

Dampak virus corona di Tiongkok berimbas pada sektor pariwisata Indonesia termasuk  pariwisata Bali terutama akibat turunnya kunjungan wisatawan mancanegara (wisman).

Wisatawan domestik yang berlibur ke Bali pasca merebaknya virus corona.

Mangupura (bisnisbali.com) –Dampak virus corona di Tiongkok berimbas pada sektor pariwisata Indonesia termasuk  pariwisata Bali terutama akibat turunnya kunjungan wisatawan mancanegara (wisman). Wakil Ketua Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) Bali, I Made Ramia Adnyana mengatakan, adanya kebijakan pemberian insentif airline merupakan angin segar bagi recovery pariwisata Bali.

Diungkapkannya, virus corana di Tiongkok memberikan dampak signifikan terhadap pariwisata Indonesia termasuk pariwisata Bali. Pascaterkena dampak virus corona Tiongkok, pariwisata Bali membutuhkan waktu pemulihan (recovery) yang cukup panjang.
Ia mencontohkan, saat menghadapi SARS Bali membutuhkan masa recovery mencapai 3-6 bulan. Dalam menghadapi dampak virus corona Tiongkok, Bali juga membutuhkan waktu 3-6 bulan ke depan untuk masa pemulihan.
Di samping kedatangan wisman, ke depan pasar domestik akan berperan besar dalam pemulihan sektor pariwisata Bali pascadampak virus corona Tiongkok.

Selama ini dalam penggarapan pasar domestik, pelaku sektor pariwisata Bali juga harus menghadapi cukup banyak kendala. Ini terutama kendala utama masih tinggi biaya tiket pesawat untuk rute domestik di Indonesia.

Menurutnya, dengan kebijakan insentif airline ini akan merangsang wisatawan domestik untuk berlibur ke Bali termasuk ke sepuluh kawasan Bali baru.  Tarif pesawat yang kompetitif akan mendorong lebih banyak pergerakan wisdom di dalam negeri. “Ini juga akan makin berimbas peningkatan kunjungan wisdom secara signifikan ke Bali,” tegasnya.

Ramia melihat dengan insentif airline juga akan meransang kedatangan wisman ke Indonesia termasuk ke Bali. Dalam masa pemulihan pasca terkena dampak virus corona pariwisata Bali memang sangat berharap kedatangan wisstawan dari pasar Eropa, Australia, Amerika, India dan pasar mancanegara lainnya. “Ini termasuk pasar domestik sebagai penyelamat pariwisata Bali dalam menghadapi masa turunnya pasar mancanegara,” ucapnya.
Ramia Adnyana meyakinkan pemerintah mampu membentengi Bali dan Indonesia guna mencegah masuknya virus corona. Dinas Kesehatan di daerah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan sudah memeriksa wisman yang masuk Indonesia termasuk ke Bali memang sehat dan terbebas dari virus corona.

Di samping itu Imigrasi tentu sangat selektif memberikan izin masuk kepada wisman yang berkunjung ke Indonesia termasuk ke Bali. “Imigrasi tentu tidak akan mengizinkan wisman yang masuk ke Indonesia memiliki riwayat sebelumnya melakukan perjalanan ke kawasan terjangkit virus corona seperti Tiongkok, Korea Selatan, Italia, Iran, Jepang, dan negara lainnya,” jelas Ramia.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Putu Astawa sebelumnya mengatakan, kebijakan pemerintah terkait recovery pariwisata Indonesia tentu akan berdampak tatanan pariwisata Bali dalam jangka pendek.

Kebijakan pemerintah pusat pertama memberikan tambahan anggaran Rp 298,5 miliar untuk insentif airline dan travel agent dalam rangka mendatangkan wisatawan asing ke dalam negeri.
Untuk wisatawan dalam negeri diberikan  Rp 443,39 miliar insentif dalam bentuk diskon 30 persen potongan harga untuk 25 persen seat per pesawat yang menuju ke sepuluh destinasi wisata. *kup

BAGIKAN