Gairahkan Pariwisata Ubud Melalui Lomba Busana Secara Virtual

Untuk menggairahkan kembali semangat dan kreativitas masyarakat di masa pandemi, Yayasan Bina Wisata Kelurahan Ubud mengadakan lomba busana adat ke pura secara virtual Kamis (27/8).

BUSANA - Rangkaian lomba busana adat ke pura secara virtual guna menggairahkan pariwisata Ubud.  

Gianyar (bisnisbali.com) –Untuk menggairahkan kembali semangat dan kreativitas masyarakat di masa pandemi, Yayasan Bina Wisata Kelurahan Ubud mengadakan lomba busana adat ke pura secara virtual Kamis (27/8). Penilaian dilakukan secara virtual di kantor Yayasan Bina Wisata Kelurahan Ubud, dengan juri Ketua TP PKK Kabupaten Gianyar, Ny. Surya Adnyani Mahayastra, desainer Tjokorda Gde Abinanda Sukawati dan Cindy Yuliani.

Ketua Yayasan Bina Wisata Kelurahan Ubud, Tjokorda Gde Bayuputra Sukawati, menjelaskan lomba ini digelar untuk menggairahkan kembali semangat kreativitas yang selama masa pandemi cukup terpuruk. “Melalui lomba busana ini kita harapkan ada giat-giat baru apalagi di bulan Agustus ini kita masih dalam suasana kemerdekaan,” ujarnya.

Untuk peserta, kata Tjok. Bayuputra, mereka mengirimkan video singkat untuk dinilai. Itu bisa dilakukan  di rumah masing-masing atau kumulatif di balai banjar. Yang penting yang menjadi latar peragaan busana adalah suasana adat Bali,  karena salah satu persyaratan kami dari panitia adalah  tempat yang memiliki background yang bernuansa adat Bali. Sedangkan untuk kriteria penilaian adalah keserasian busana, tata rias wajah dan rambut, harmonisasi gerak, ekspresi, etika dan estetika busana.

Ditambahkan, karena pariwisata di Bali sudah mulai dibuka meski untuk domestik, menurut Tjok Bayuputra mungkin secara tidak langsung kegiatan ini bisa membangkitkan kembali pariwisata khususnya di Ubud. “Salah satunya adalah bagaimana kita membangkitkan kembali seni budaya kita melalui pakaian adat,” jelasnya.

Sementara itu  Ketua TP PKK Kabupaten Gianyar, Ny. Surya Adnyani Mahayastra sangat mengapresiasi kegiatan lomba peragaan busana secara virtual yang dilaksanakan oleh Yayasan Bina Wisata Kelurahan Ubud.  Dalam suasana pandemi Covid-19, masyarakat mesti beranjak ke tatanan era Bali baru.

Walaupun dengan cara virtual tidak mengurangi makna peragaan busana adat ke pura. Dengan tema busana adat ke pura, menurut istri Bupati Gianyar Made Mahayastra, masyarakat kembali ke adat budaya dan menjadikan Ubud tetap sebagai destinasi wisata dunia.

“Ketika orang datang tentunya yang dilihat adalah secara keseluruhan, baik wisata alam, budaya, maupun wisata belanja, namun yang perlu digaris bawahi disini adalah, kita mempunyai kelebihan yaitu taksu yang ada di Ubud, Kita harus terus mempertahankan adat dan budaya sehingga taksu itu terus ada,” tegas Ny. Surya Adnyani Mahayastra.

Lomba diadakan dalam 3 kategori yaitu, kategori PKK diikuti oleh 20 orang peserta, remaja (pemudi) sebanyak 20 orang  peserta, kategori anak-anak (putri) 20 orang peserta dan putra diikuti oleh 13 orang. *kup

BAGIKAN