Gaet Pasar, Hotel Beri Penawaran Sesuai  Kebutuhan Wisatawan Lokal  

Di tengah pandemi Covid-19, wisatawan lokal dan domestik menjadi harapan bagi industri pariwisata terutama hotel, resort ataupun vila.

VILA - Nampak salah seorang wisatawan tengah melakukan proses check in di salah satu villa di Gianyar.

Gianyar (bisnisbali.com) –Di tengah pandemi Covid-19, wisatawan lokal dan domestik menjadi harapan bagi industri pariwisata terutama hotel, resort ataupun vila. Untuk mampu menyasar pasar lokal, berbagai upaya dan strategi dilakukan, mulai dari penurunan tarif kamar, penyesuaian harga dan menu makanan hingga menggelar promo-promo menarik.

Salah satunya telah dilakukan oleh The Sanctoo Suites & Villa, Gianyar yang telah mampu membuat okupansi menjadi 25-30 persen per bulannya dan selalu full booking setiap akhir pekan di tengah pandemi Covid-19 ini. General Manager Sanctoo Suites & Villa, Subali Adi Putra saat ditemui, Kamis (8/10) kemarin mengaku bersyukur di tengah pandemi Covid-19 ini kamar terisi full terutama pada akhir pekan. Termasuk pada hari-hari biasa 5-10 kamar juga terisi.

Dia menuturkan beberapa upaya yang dilakukan untuk menggaet wisatawan lokal. Mulai dari penurunan harga kamar, menyesuaikan menu makanan termasuk harga dengan lebih menawarkan menu nusantara serta memberikan promo menarik. “Kalau harga makanan itu kami mulai dari Rp25.000. Sangat terjangkau dengan menu juga kebanyakan khas nusantara, meski beberapa ada juga western,” ujarnya.

Demikian pula untuk tarif kamar, dia mengatakan bulan ini (Oktober) memasang tarif hanya Rp 499.000 per malam untuk jenis kamar suites pada hari biasa dan Rp 600.000 per malam untuk akhir pekan. Sementara untuk villa yang biasanya (sebelum pandemi) harga per malam mencapai Rp 5 juta, saat ini hanya Rp 1,95 juta per malam. “Untuk promo-promo kami ada paket day use, namun mereka (wisatan) lebih banyak tertarik untuk menginap. Kami juga memberikan fasilitas gratis biaya masuk ke Bali Zoo yang cukup menarik minat wisatawan,” terangnya.

Kegiatan work from home (WFH) dikatakannya juga memberi pengaruh terhadap kunjungan di tempatnya, yang tidak sedikit pula para pekerja memanfaatkan waktu bekerja sembari menyegarkan pikiran. “Banyak yang sembari bekerja disini, karena mungkin ingin suasana lebih fresh,” ujarnya.

Subali mengatakan, di tengah cukup ramainya wisatawan tentu pihaknya tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes). Mulai dari pengecekan suhu tubuh wisatan sebelum memasuki area loby ataupun restoran, penyediaan tempat cuci tangan dan hand sanitizer serta penyediaan masker. *wid

BAGIKAN