Fokus di Market Lokal

HANTAMAN pandemi telah terhitung hampir 10 bulan meruntuhkan perlahan ekonomi secara global.

HANTAMAN pandemi telah terhitung hampir 10 bulan meruntuhkan perlahan ekonomi secara global. Bali menjadi salah satu pulau yang sangat terdampak, marketnya yang selama ini bergantung pada wisatawan mancanegara (wisman) harus berubah ke market lokal dan domestik.

Direktur Discovery Shopping Mall Kuta, Richard Karwelo mengatakan, Discovery Shopping Mall Kuta yang berlokasi di Jalan Kartika Plaza, Kuta, sempat tidak beroperasional di awal April sesuai imbauan pemerintah. Di sisi lain, keadaan Kuta yang memang sepi juga menjadi salah satu faktornya.

Namun sejak Mei sampai sekarang mal tersebut sudah mulai buka kembali dengan waktu operasional yang berbeda, yakni pukul 12.00 sampai 20.00 Wita. Market yang ada saat ini hanyalah lokal, otomatis usaha untuk menarik pengunjungnya sedikit berbeda.

“Sebelum pandemi, pengunjung banyak dari Australia dan China. Namun, sekarang tentunya wisatawan bisa dikatakan tidak ada sama sekali. Dan hal tersebut lumayan memukul pendapatan sampai 80 persen. Untuk mengakali itu, kami mencoba bersaing di market lokal. Setidaknya itu yang dapat dilakukan untuk saat ini,” ujar Richard.

Hal positifnya, pandemi memberikan momen baik untuk melakukan pembenahan. Sembari menunggu keadaan membaik dan wisman dapat kembali berkunjung, strategi yang dilakukan adalah membangun satu destinasi yang bertujuan untuk membuat eksistensi wisata di Bali, terutama Kuta dilirik kembali nantinya.

“Kami sedang membuat satu destinasi yang menghubungkan Kuta dengan pantai. Jadi, selama 24 jam akan ada akses bebas bagi wisatawan yang ingin menikmati pantai. Tentu hal itu diupayakan untuk meminimalisir tenggelamannya performa wisata Bali. Kami yakin setelah keadaan membaik, banyak negara yang lapar akan berwisata sehingga di momen tersebut harus ada sesuatu yang baru untuk disuguhkan,” imbuhnya.

Satu hal yang tidak kalah penting adalah penerapan protokol kesehatan di Discovery Shopping Mall. Mulai dari pintu masuk menuju semua toko akan di cek suhu tubuhnya hingga wajib menggunakan hand sanitizer dan masker. Kewajiban tersebut akan dipantau langsung oleh security yang berjaga. Setelah mal tutup akan dilakukan penyemprotan disinfektan secara berkala. Semua imbauan pemerintah dilakukan dengan tertib. Selain itu, digencarkan juga untuk segala transaksi tidak menggunakan uang tunai.

Untuk menyambut Natal dan Tahun baru, dia mengatakan, sudah ada perencanaan untuk melakukan kerja sama dengan pengusaha-pengusaha baru yang bergerak di bidang kuliner.

Jadi, beberapa jenis makanan akan dihidangkan di mal. “Karena situasinya berat, kita harus tetap bergandengan tangan, saling bantu. Tidak bisa berdiri di kaki sendiri saja. Selain itu, kita sangat mengapresiasi usaha pemerintah dalam memerangi pandemi. Kita memang berharap agar sesegera mungkin internasional flight segera dibuka. Karena sudah disadari, perputaran ekonomi kita bergerak di pariwisata. Walaupun seandainya pemerintah menilai dan mengkaji bahwa Bali belum siap, kami akan menunggu. Namun, di luar itu, kami harapkan agar seluruh masyarakat tertib akan prokes,” tutupnya.*git

BAGIKAN