’’Festival Nyurat Aksara Bali’’ di Klungkung, Diramaikan Siswa Madrasah

FESTIVAL - Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta berada di tengah-tengah peserta Festival Nyurat Aksara Bali di areal Catus Pata Klungkung.

Semarapura (bisnisbali.com) –Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menghadiri Festival Nyurat Aksara Bali bertempat di areal Catus Pata Klungkung. Festival ini merupakan kali kedua sejak dicanangkan tahun 2019 lalu. Menariknya, festival tidak hanya diikuti oleh siswa Hindu, tetapi juga ada dari Madrasah dengan jumlah keseluruhan mencapai 2.020 siswa tingkat SD dan SMP se-Klungkung daratan.

Para peserta lengkap membawa alat tulis dan peralatan lainnya, serta duduk menyebar di empat penjuru mata angin. Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menyampaikan sama seperti festival-festival sebelumnya juga diadakan di areal Catus Pata, karena tempat ini dinilai religius dan napak dara. Nyurat Aksara Bali massal kali ini diikuti siswa dari berbagai sekolah di tiga kecamatan. Menariknya ada peserta dari MTI dan Madrasah yang menandakan toleransi di Klungkung sudah berjalan dengan baik. Kegiatan ini juga akan dilaksanakan di semua kecamatan dan sekolah selama sebulan penuh.

Di samping untuk melaksanakan amanah dari Gubernur Bali, yang terpenting adalah agar ke depan adat dan budaya Bali tetap lestari melalui Nyurat Aksara Bali dan menggunakan Bahasa Bali yang benar. Pihaknya meyakini bahwa dalam Aksara Bali yang dituangkan ke dalam lontar ada petuah-petuah yang nantinya bisa dibaca oleh anak-anak di masa depan. “Nanti anak-anak jangan hanya bisa menyalin saja tapi harus bisa juga membaca dan ditularkan ke semua teman dan juga anak-anaknya kelak,” harap Suwirta.

Salah seorang peserta, Tjokorda Istri Dwiary Putri Witrananda yang merupakan siswi kelas 6 SDN 1 Semarapura Tengah menyatakan sangat senang dapat berpartisipasi dalam  Festival Nyurat Aksara Bali ini. Begitu juga disampaikan oleh Bayu Jenapati, siswa SDN 1 Takmung yang mengaku latihan menulis di sekolah dilakukannya tiap Sabtu, hingga dirinya terbiasa menulis Aksara Bali.

Peserta lainnya, Anastasya dan Diana, siswa MTs Hasanudin Semarapura mengaku bisa menulis dan membaca Aksara Bali karena di sekolahnya mendapat pelajaran Bahasa Bali. *dar

BAGIKAN