Fase New Normal, Bisnis Bergeser ke Ranah ”Online”

Fase new normal diprediksi akan mulai diberlakukan pemerintah pada Juni mendatang secara bertahap sebagai upaya untuk membuka sektor ekonomi dan menumbuhkan kembali dunia usaha.

Denpasar (bisnisbali.com) –Fase new normal diprediksi akan mulai diberlakukan pemerintah pada Juni mendatang secara bertahap sebagai upaya untuk membuka sektor ekonomi dan menumbuhkan kembali dunia usaha.

Terkait hal tersebut pemerhati ekonomi, Prof. Dr. Gede Sri Darma, DBA di Renon, Selasa (26/5) mengatakan, new normal artinya wajib masuk pada kehidupan normal kembali (berjalan seperti biasanya), namun dengan perilaku masyarakat dan model bisnis yang baru.

“Pada saat new normal dunia usaha akan berbasis pada digital di tengah menerapkan social distancing dan memberlakukan protokol kesehatan secara ketat seperti pakai masker dan lainnya,” katanya.
Direktur Undiknas Graduate School (UGS) tersebut mengatakan new normal telah membawa pada kebiasaan, tradisi serta budaya baru bagi semua lapisan masyarakat dan dunia usaha. Model bisnis pun bergeser ke ranah serba online. Ini pula membuat sektor yang akan tetap hidup pada saat new normal adalah bisnis di sektor yang berbasis pada digital seperti e-commerce, bisnis online dan sejenisnya.

“Semua bisnis konvensional harus bergeser ke bisnis yang ber-platform digital. Inilah momentum kita untuk berbenah jika bisnisnya bisa tetap survive,” ucapnya.
Ia pun menilai unique valuenya suatu bisnis tetap menjadi prioritas bagi pengusaha dan platform digital hanya sebagai tool untuk mendistribusikan produk.

Sebelumnya Sri Darma mengatakan untuk memulihkan ekonomi Indonesia membutuhkan waktu sekitar 6 bulan. Namun melihat perkembangan covid-19 yang masih belum bisa teratasi, ia pesimis dan memprediksi dibutuhkan waktu lebih dari setahun untuk pemulihan perekonomian.
Ia tidak memungkiri urusan ekonomi adalah urusan negara, karena negara harus bertanggungjawab hadir di tengah- tengah masyarakat yang patut dibantu.

“Saya khawatir adalah ketika perusahaan besar sudah roboh, kemudian UMKM juga roboh maka perekonomian berada di titik nol dan bisa terjadi chaos. Makanya sekarang perekonomian mulai digerakkan perlahan dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan,” ungkapnya.

Untuk itu, agar masyarakat mulai hidup pada fase new normal yaitu hidup normal tapi dengan membiasakan diri dengan protokol kesehatan menjaga jarak, memakai masker, rajin mencuci tangan dan tidak keluar rumah bila tidak penting sekali. Dengan demikian perekonomian dapat mulai digerakkan, meski sangat perlahan.*dik

BAGIKAN