Estimasi Pulihnya Ekonomi di Tengah Vaksinasi Covid-19

Penanganan dan kebijakan yang tepat untuk pengendalian pandemi Covid-19 sangat diperlukan, termasuk terlaksananya vaksinasi gotong royong yang sudah mulai diterapkan untuk segera membangun sebuah herd immunity.

PULIH - Sesuai rencana pemerintah membuka pariwisata Juli mendatang, aktivitas usaha utamanya sektor pariwisata, diperkirakan mulai pulih pada 2022 mendatang. (foto/eka adhiyasa)

Denpasar (bisnisbali.com) – Penanganan dan kebijakan yang tepat untuk pengendalian pandemi Covid-19 sangat diperlukan, termasuk terlaksananya vaksinasi gotong royong yang sudah mulai diterapkan untuk segera membangun sebuah herd immunity.

“Melihat data saat ini, termasuk program vaksinasi, saya memprediksi perekonomian Bali baru mulai pulih di tahun 2023, meski belum sepenuhnya pulih,” kata pemerhati ekonomi dari Undiknas University, Agus Fredy Maradona, Ph.D., CA. di Denpasar, Selasa (18/5).

Menurutnya, tahun 2023 ekonomi mulai pulih karena pada tahun 2022 diperkirakan aktivitas usaha, utamanya di sektor pariwisata, mulai bergerak (sesuai jadwal dari pemerintah). Karena itu pemulihan ekonomi masih memerlukan waktu.

Agus Fredy pun menekankan kunci pertumbuhan ekonomi yaitu kendalikan kasus Covid 19 di Bali. Dalam hal ini, masyarakat juga berperan yaitu harus taat dan sadar untuk melaksanakan protokol kesehatan dalam semua aktivitas, terutama aktivitas yang menimbulkan keramaian seperti di pasar, swalayan, fasilitas umum, kegiatan adat/keagamaan. Masyarakat diharapkan jangan lengah, tetap waspada dengan menerapkan protokol kesehatan seperti disiplin menggunakan masker, rajin mencuci tangan atau gunakan hand sanitizer, menjaga jarak dan mengurangi mobilitas.

Jika Covid-19 bisa dikendalikan, kata dia, hal ini bisa menjadi momentum untuk menggerakkan pertumbuhan ekonomi. Termasuk peluang dibukanya pariwisata Bali bagi wisatawan mancanegara pada Juli 2021 mendatang.

Kendati demikian ia menilai tingkat pertambahan kasus Covid di Bali memang masih fluktuatif. Hal ini jelas merupakan hambatan dalam upaya pemulihan ekonomi, mengingat syarat pembukaan pariwisata Bali adalah terkendalinya kasus Covid-19.

“Apabila tinggiya kasus Covid-19 di Pulau Dewata ini terus berlanjut, saya khawatir pembukaan pariwisata Bali akan tertunda. Hal ini jelas akan merugikan perekonomian Bali mengingat belum ada sektor usaha yang siap menggantikan sektor pariwisata sebagai penumpu perekonomian Bali,” paparnya. *dik

BAGIKAN