Era Revolusi Industri 4.0, Bali mesti Jadi Wisata yang Ramah

Pariwisata akan menghadapi era revolusi industri 4.0. Wakil Ketua Umum 1 Dewan Pimpinan Pusat Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA)

PARIWISATA - Industri Pariwisata Bali bersama pemerintah membahas pengembangan pariwisata serta membenahi tata niaga pariwisata Bali.

Mangupura (bisnisbali.com)-Pariwisata akan menghadapi era revolusi industri 4.0. Wakil Ketua Umum 1 Dewan Pimpinan Pusat Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA), I Made Ramia Adnyana, Kamis (12/12) mengatakan pasar wistawan mancanegara (wisman) yang berlibur ke Bali makin luas sehingga pariwisata Bali mesti ramah kepada semua pasar.

Diungkapkannya, pariwisata Bali makin berkembang sehingga pasar pariwisata Bali makin luas. Pariwisata telah menggarap pasar Asia, Afrika, Australia, Eropa, dan Amerika.
Ia menjelaskan ke depan Bali tidak tertutup kemungkinan akan dikunjungi banyak wisatawan Timur Tengah (Timteng). Untuk itu, pelayanan pariwisata Bali mesti ramah kepada semua pasar.
Dipaparkannya, pariwisata adalah industri pelayanan yang berbasis pada keramah tamahan. Pelaku pariwisata dan masyarakat Bali mesti menyambut semua wisatawan yang berlibur ke Bali dengan rasa yang ramah. “Sebagai kawasan pariwisata dunia,  Bali mesti tetap mengedepankan rasa ramah menjamu kedatangan wisman yang berlibur ke Bali,” ucapnya.

Lebih lanjut dikatakannya, dunia pariwisata akan melalui zaman revolusi industri 4.0  Layanan pariwisata Bali menyesuaikan pasar yang  serba cepat dan serba digital. Kalau ada pelayanan pariwisata Bali yang kurang ramah maka  akan ditinggalkan customer.
Ramia Adnyana melihat sebelumnya ada statement yang menyebutkan Bali kurang ramah terhadap wisatawan terutama wisatawan muslim. Ini merupakan sorotan yang salah, karena dari dulu pelaku pariwisata Bali sangat ramah dengan semua wisatawan.
Menurutnya, di Bali banyak rumah makan dan restoran yang mampu menyajikan kuliner halal untuk wisatawan muslim. Wisatawan Timteng yang ke Bali tidak sulit mencari rumah makan dan rumah makan yang menyajikan kuliner halal.

Ramia Adnyana menambahkan dari dulu hotel memberikan pelayanan dengan menyediakan Mushola dan sajadah, arah kiblat, kita suci di masing-masing kamar hotelnya serta halal food juga disiapkan. ” Semua ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan semua pasar,” tegasnya. *kup

BAGIKAN