Era Baru, Pembayaran RS di Bali secara Digital dengan QRIS

Rumah sakit pemerintah daerah di Bali telah memberikan komitmennya untuk mengimplementasikan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) Bank Indonesia (BI) sebagai salah satu metode pembayaran digital guna mendukung physical distancing yang menjadi syarat utama tatanan kehidupan era baru.

Denpasar (bisnisbali.com) –Rumah sakit pemerintah daerah di Bali telah memberikan komitmennya untuk mengimplementasikan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) Bank Indonesia (BI) sebagai salah satu metode pembayaran digital guna mendukung physical distancing yang menjadi syarat utama tatanan kehidupan era baru. Ini selaras dengan imbauan WHO yaitu masyarakat agar menggunakan contactless payment.

“Penggunaannya QRIS di rumah sakit (RS) pun bisa diaplikasikan untuk jenis pembayaran apa saja meliputi penebusan obat, layanan laboratorium, konsultasi dokter hingga parkir dan kantin,” kata Kepala Perwakilan BI Bali Trisno Nugroho di Sanur, Jumat (24/7).
Menurutnya RS merupakan tempat yang memiliki risiko cukup tinggi terjadinya penularan virus. Terlebih lagi di masa pandemi seperti sekarang ini, banyak masyarakat yang menghindari untuk datang ke rumah sakit karena hal tersebut. Untuk itu penerapan protokol tatanan era baru sesuai yang tertuang dalam SE Gubernur No.3355 perlu lebih diperhatikan, karena melalui penerapan tatanan kehidupan era baru ini diharapkan secara perlahan ekonomi Bali kembali bangkit.
“QRIS menjadi salah satu solusi alat pembayaran digital yang cepat, mudah, murah, dan aman serta dapat diaplikasikan di semua sektor termasuk di rumah sakit karena mendukung faktor clean, health dan safety yang meminimalkan kontak fisik dalam bertransaksi,” jelasnya.

Trisno kembali menekankan tatanan kehidupan era baru tidak hanya mengedepankan pada protokol kesehatan berupa pakai masker, cuci tangan dan jaga jarak, tetapi juga harus mencakup kegiatan penyelesaian transaksi pembayaran secara nontunai atau berbasis digital yang antara lain dengan menggunakan QRIS BI.

Terkait kesiapan, diakui kini jumlah merchant yang menggunakan QRIS di Bali hingga 17 Juli 2020 telah mencapai 108.573 merchant, meningkat 314 persen dibandingkan dengan awal 2020. Merchant QRIS tersebut tidak hanya berupa merchant perdagangan ritel namun juga apotik hingga rumah sakit seperti Bali Royal Hospital (BROS), Surya Husadha Hopsital, BIMC Siloam dan RS Umum Permata Hati yang sudah terlebih dahulu mengimplementasikan QRIS.
“Kami yakin dengan implementasi digitalisasi berbasis QRIS di RS Bali Mandara, RS Jiwa Provinsi Bali dan RS Puri Raharja sebagai RS pemerintah Bali ini dapat makin mendorong percepatan dan perluasan penerapan tatanan kehidupan era baru di Bali. Harapannya ke depan mampu memutus rantai penyebaran Covid-19 dan mengakhiri pandemi ini,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan kunci keberhasilan penerapan tatanan kehidupan era baru tidak lepas dari adanya kerjasama dari semua pihak mulai dari pemerintah, perbankan, pelaku usaha, tim medis dan masyarakat. *dik

BAGIKAN