Elnusa Petrofin Minimalisir Kelangkaan BBM

Elnusa Petrofin merupakan salah satu ujung tombak PT Pertamina (Persero) yang bergerak di bidang jasa logistik dan distribusi bahan bakar minyak (BBM).

Denpasar (bisnisbali.com) – Elnusa Petrofin merupakan salah satu ujung tombak PT Pertamina (Persero) yang bergerak di bidang jasa logistik dan distribusi bahan bakar minyak (BBM). Guna menyalurkan BBM satu harga ke seluruh penjuru Nusantara. Menyambut libur akhir tahun, terdapat persiapan yang dilakukan, salah satunya dengan membentuk satgas khusus.

Corporate Communication Head Elnusa Petrofin Putiarsa Bagus Wibowo menyebutkan, setiap ada acara atau momen tertentu yang berupa perayaan, selalu ada lonjakan permintaan BBM. Bentuk antisipasi yang dilakukan agar BBM tetap tersedia adalah dengan membentuk satgas Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang bertugas dari 14 Desember 2020 sampai 14 Januari 2021. Tujuan utamanya adalah meminimalisir kelangkaan BBM sesuai dengan amanat Pertamina.

“Untuk daerah Bali sendiri, selama pandemi tentu terdapat penurunan penyaluran BBM ke SPBU mencapai 30 persen secara umum. Namun, antisipasi terhadap lonjakan di akhir tahun, mengingat adanya momen besar, tetap kami lakukan. Di Bali terdapat dua terminal yang terletak di Manggis, Kabupaten Karangasem dan Pesanggaran di kota Denpasar. Dari dua tempat ini akan disalurkan BBM menggunakan mobil tangki ke masing-masing SPBU. Selain menjamin ketersediaan kami juga harus memastikan keselamatan dan upaya pencegahan terhadap hal-hal negatif lain yang merugikan,” ujar Bagus Wibowo.

Inovasi pencegahan dengan memanfaatkan teknologi dilakukan untuk mengatur keselamatan dari material yang diangkut menggunakan mobil tangki tersebut. Salah satunya, mengontrol kecepatan laju mobil tangki serta pergerakan-pergerakan mencurigakan yang seharusnya tidak dilakukan oleh mobil bermuatan besar. Sehingga, terdapat semacam peringatan untuk supir dan dapat dikontrol langsung dari kantor.

“Perlu juga diketahui terkait blind spot untuk kendaraan besar. Banyak masyarakat yang belum paham terkait hal ini sehingga perlu pengaturan jarak yang cukup jauh untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Supir yang mengendarai kendaraan besar ini tidak memiliki jangkauan yang cukup untuk melihat sekitar sehingga diharapkan bagi pengendara yang lain memahami dan mengatur jarak demi keselamatan bersama. Kami tetap melakukan edukasi secara berkala kepada masyarakat terkait hal tersebut,” lanjutnya.

Tanggung jawab sosial lainnya adalah memberikan edukasi terkait keselamatan berkendara untuk masyarakat yang bekerja sama langsung dengan pihak kepolisian. “Kegiatan sosial lainnya juga dilakukan dalam bentuk kemitraan dengan memberikan cara pengolahan kelapa dan bentuk pemberian bantuan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Kegiatan seperti ini rutin dilakukan sebulan sekali untuk mengapreasiasi masyarakat yang merupakan bagian perkembangan perusahaan ini. Kami berharap agar seluruh masyarakat tetap bijak dalam berkendara dan jadikan keselamatan sebagai tujuan utama,” katanya. *git

BAGIKAN