’’Electrifying Agriculture” Kurangi Biaya Produksi Petani

Electrifying agriculture (alat listrik pertanian) selain ramah lingkungan juga mampu mengurangi biaya produksi petani.

HIDROPONIK - Metode pertanian hidroponik menggunakan electrifying agriculture.

Denpasar (bisnisbali.com) –Electrifying agriculture (alat listrik pertanian) selain ramah lingkungan juga mampu mengurangi biaya produksi petani. Penggunaan teknologi terbaru dalam sektor pertanian ini pun mulai digerami poleh petani atau pelaku usaha tani.

Salah seorang pelaku usaha pertanian, I Ketut Budiarta, asal Tabanan, mengaku tengah menggunakan penggilingan padi yang dioperasikan memakai listrik. Dengan menggunaan teknologi pertanian yang memanfaatkan daya listrik, biaya yang dikeluarkannya berkurang 40-45 persen per bulan. Ini merupakan investasi yang tepat, efisien, produktif dan meningkat. “Kami lakukan pengajuan tambah daya dari 33 kVA ke 105 kVA. Ini jauh lebih murah dibandingkan menggunakan diesel yang harganya mahal dan susah didapat,” jelasnya, Senin (15/2) kemarin.

Pemilik usaha hidroponik, I Putu Agus Mahardika, mengatakan hal yang sama. Tanaman hidroponik sangat bergantung pada ketersediaan air dan nutrisi selama 24 jam. Pompa listrik menjadi pilihannya karena lebih efesiensi dan lebih murah. “Kami berharap metode ini dapat diaplikasikan di masyarakat umum, sehingga masyarakat dapat membuat sendiri hidroponik di rumah dalam skala kecil untuk dapat mendukung ketahanan pangan,” ujarnya.

Sementara itu, dimintai konfirmasinya terkait penggunaan electrifying agriculture, Manajer Komunikasi PLN UID Bali I Made Arya mengungkapkan, PLN UID Bali secara aktif menyosialisasikan electrifying agriculture. Tujuannya untuk meningkatkan daya saing industri dan ketahanan pangan nasional.

General Manager PLN UID Bali Adi Priyanto menambahkan, untuk mengakselerasi program Electrifying Agriculture, pihaknya sedang melakukan pemetaan lebih lanjut untuk mendukung pertanian di Bali. Pemetaan ini dimaksudkan untuk mengetahui potensi–potensi sektor pertanian yang dapat dikembangkan. Selain itu, PLN Pusat telah melakukan kerja sama dengan mitra Bank BUMN yang mampu menyediakan layanan perbankan berupa pembiayaan bagi para pelangan atau calon pelanggan yang akan digunakan untuk dapat berpartisipasi dalam program Electrifying Agriculture dari PLN. *wid

BAGIKAN