Ekspor ”Handycraft” Bali Turun 

Krisis global menyebabkan kondisi perekonomian melambat. Hal ini berdampak terhadap turunnya ekspor handycraft Bali.

HANDYCRAFT - Produk handycraft Bali yang diminati di pasar ekspor.

Gianyar (bisnisbali.com) –Krisis global menyebabkan kondisi perekonomian melambat. Hal ini berdampak terhadap turunnya ekspor handycraft Bali.

Ketua Asosiasi Eksportir dan Produsen Handycraft Indonesia (Asephi) Bali, Ketut Dharma Siadja, Minggu (24/11) mengatakan, pada 2009 mengawali terjadinya krisis ekonomi secara global. Krisis ekonomi global berawal dari Yunani merembet ke krisis di Eropa dan Amerika.

Ia menjelaskan, Amerika dan Eropa merupakan pasar potensial. Produk ekspor Bali banyak menyasar pasar Amerika dan Eropa.

Dipaparkannya, Eropa dan Amerika market tradisional eksportir di Bali. Melambatnya ekonomi di Eropa dan Amerika mempengaruhi aktivitas ekspor handycraft di Bali. “Pasar Eropa dan Amerika sempat menurun akibat krisis global,” katanya.

Lebih lanjut dikatakannya, melambatnya perekonomian secara global menurunkan permintaan produk handycraft termasuk untuk tujuan ekspor. Turunnya ekspor kerajinan ke Amerika dan Eropa terjadi mulai 2009.

Dharma Siadja melihat 2014-2015 perekonomian di Eropa dan Amerika mengarah ke kondisi pemulihan. Hanya saja secara global, perekonomian dunia mengalami perlambatan.

Permasalahan yang terjadi di pasar ekspor bukan hanya perlambatan ekonomi secara global. Para pemain impor di Amerika dan Eropa mengalami alih generasi.

Dharma Siadja menambahkan, pengusaha asing dari Amerika dan Eropa yang selama ini banyak membeli produk handycraft di Bali memasuki masa pensiun. “Alih generasi pelanggan, menyebabkan permintaan produk handycraft Bali mengalami penurunan,” katanya. *kup

BAGIKAN