Ekspor Handicraft Bali, Selesaikan Pesanan yang masih Tersisa  

Negara pasar seperti Amerika Serikat, Italia, dan negara Eropa lainnya juga terkena dampak covid-19.

DESAIN - Karena tidak berproduksi sementara pasca covid-19, para eksportir handicraf lebih banyak menata sampel produk dan mencoba mendesain model produk baru. 

Gianyar (bisnisbali.com) –Negara pasar seperti Amerika Serikat, Italia, dan negara Eropa lainnya juga terkena dampak covid-19. Karena itu, Ketua Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (Asephi) Bali, Ketut Dharma Siadja mengatakan, eksportir handicraf yang masih produksi hanya menyelesaikan order yang masih tersisa.

Diungkapkannya, saat pandemi covid-19 memang masih ada perusahaan handicraf yang masih berproduksi. Kegiatan produksi ini untuk menyelesaikan orderan pasar yang sebelumnya masih tersisa.

Ia menjelaskan, order handicraf yang masih tersisa ini datang sebelum terjadinya pandemi covid-19. Ini dikarenakan sebelumnya di negara pasar belum terjadi pandemi corona.

Dipaparkannya, saat ini di negara pasar seperti Eropa dan Amerika Serikat juga terjadi penyebaran virus corona. Pasca terjadi covid-19 pasar tidak melakukan pemesanan atau orderan baru.

Menurutnya, sama dengan di Indonesia, di negara pasar juga dilakukan penanganan dan pencegahan perluasan covid,-19. Di negara pasar juga berlaku social distancing dan physical distancing.

Dharma Siadja meyakinkan, pascapandemi covid-19 ini kegiatan ekspor handycraft Bali ke sejumlah pasar luar negeri mengalami penurunan. “Di Indonesia termasuk di negara pasar masih fokus penanganan covid-19,” tegasnya.

Menurutnya, bagi eksportir yang masih menyelesaikan order sebelumnya akan mempekerjakan pekerja atau perajin secara bergilir. “Mereka dipekerjakan secara bergilir 15 hari dalam sebulan disesuaikan dengan kemampuan eksportir,” ucapnya.

Sementara itu, eksportir yang tidak mendapatkan orderan baru pascapandemi covid-19 lebih memilih menutup usahanya sementara. “Ketika eksportir tidak berproduksi, karyawan dan perajin yang dipekerjakan sementara dirumahkan,” tegasnya.

Ketut Dharma Siadja menambahkan, pemerintah bisa cepat menangani pandemi covid-19. Ini termasuk di negara pasar juga bisa segera terbebas dari covid-19. “Kami

harapkan setelah wabah ini berlalu, kegiatan ekspor kita akan pulih lagi dan bisa memberikan pekerjaan kepada para perajin dan UKM,” tambahnya. *kup

BAGIKAN