Ekonomi Diprediksi Tumbuh 2 Persen

Pertumbuhan ekonomi diperkirakan mulai positif pada triwulan II tahun 2021.

DAYA BELI – Meningkatkan daya beli masyarakat merupakan salah satu cara menumbuhkan perekonomian. (foto/eka adhiyasa)

Denpasar (bisnisbali.com) – Pertumbuhan ekonomi diperkirakan mulai positif pada triwulan II tahun 2021. Tetapi, pertumbuhan tersebut relatif rendah yakni di kisaran 1 hingga 2 persen. “Pertumbuhan ekonomi secara nasional itu ditopang oleh kenaikan ekspor komoditas seiring pemulihan permintaan di negara tujuan ekspor utama, khususnya Tiongkok,” kata ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira, Rabu (21/4).

Bhima mengungkapkan, sektor manufaktur juga perlahan membaik dengan Purchasing Managers Index (PMI) di atas level 53 atau berada dalam posisi ekspansi. Dari dalam negeri, dorongan pemerintah kepada dunia usaha untuk membayar full THR ikut membantu konsumsi. Kemudian, faktor yang menghambat pertumbuhan ekonomi adalah pencairan belanja pemerintah lebih rendah dibanding tahun lalu dan pelarangan mudik Lebaran membatasi peredaran uang di daerah.

Apa syarat ekonomi bisa bangkit? Kata Bhima ekonomi bisa pulih dengan syarat target vaksinasi dapat tercapai tahun ini. Tak hanya itu, bantuan sosial termasuk subsidi upah dilanjutkan dengan perluasan penerima di sektor informal. “Terakhir adalah kepercayaan bank genjot penyaluran kredit dengan suku bunga yang rendah,” jelasnya.

Disinggung rencana Bali membuka pariwisata bagi tamu asing pada Juni-Juli 2021, dia menyatakan, yang terpenting disiapkan protokol kesehatan di seluruh wilayah Bali. Wisatawan mancanegara yang datang juga mesti dipastikan sudah divaksin dengan tingkat efikasi vaksin sesuai standar WHO. “Begitu juga pekerja di sektor pariwisata harapannya sudah selesai divaksin seluruhnya untuk kawasan travel bubble Bali,” tegasnya.

Lebih lanjut disampaikan, penyaluran dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) bisa mendukung pemulihan ekonomi. Tetapi, dengan catatan diarahkan lebih fokus. Misalnya, dibanding Kartu Prakerja, maka akan lebih efektif program subsidi upah ke pekerja sektor pariwisata. Kemudian, nominal diperbesar dengan tingkat penyerapan anggaran dipercepat.

Selanjutnya, secara keseluruhan ekonomi pada 2021 diperkirakan akan kembali tumbuh positif di kisaran 2,5 hingga 3 persen. Faktor mendukungnya dari vaksin Covid-19 sudah didistribusikan, kelas menengah atas mulai kembali percaya diri berbelanja dan mobilitas perlahan normal. Selain itu, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lebih cepat, salah satunya bisa dengan melakukan pembenahan stimulus PEN itu sendiri.

“Sektor usaha yang akan tumbuh adalah sektor ekonomi digital, jasa konstruksi, informasi komunikasi, sektor kesehatan dan industri makanan minuman,” ucapnya. *dik

BAGIKAN