Ekonomi Digital Makin Tak Terbendung

Di tengah kondisi perekonomian yang mengalami perlambatan, ekonomi digital malah menunjukkan peningkatan dan diproyeksikan tetap akan terus tumbuh.

DIGITAL - Gubernur Bali, Wayan Koster mencoba menggunakan pembayaran secara digital belum lama ini.

Denpasar (bisnisbali.com) – Di tengah kondisi perekonomian yang mengalami perlambatan, ekonomi digital malah menunjukkan peningkatan dan diproyeksikan tetap akan terus tumbuh. Hal itu membuktikan ekonomi digital merupakan potensi besar di tengah pandemi Covid-19. Ini juga membuktikan transformasi digital semakin tak terbendung.

“Potensi tersebut terlihat dari adanya peningkatan transaksi tanpa tatap muka atau digital payment, serta adanya peningkatan dari offline to online,” kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Bali, Trisno Nugroho di Renon, Kamis (12/11) kemarin.

Ia menilai, saat ini seluruh generasi terutama generasi milenial sudah sangat akrab dengan digitalisasi. Sebut saja berbagai e-commerce lokal hingga mancanegara, aplikasi sosial media, aplikasi jasa pembayaran, aplikasi ticketing, aplikasi hiburan, aplikasi logistik, investasi, aplikasi virtual meeting hingga aplikasi jual beli barang digital lainnya, sudah sangat melekat di kalangan masyarakat saat ini. “Penggunaannya pun terus meningkat, terutama di masa pandemi Covid-19 di mana seluruh pihak berubah menjadi digital demi menjaga social distancing dan physical distancing,” ujarnya.

Menurutnya, potensi digitalisasi di Indonesia sangatlah tinggi, bahkan sebelum pandemi Covid-19 terjadi. Indonesia adalah pasar besar dan potensial untuk menyerap arus digitalisasi, bahkan saat ini jumlah start up digital sudah sangat besar jumlahnya di Indonesia mencapai 2.196 start up dan 5 di antaranya adalah unicorn.

Indonesia sendiri, menurut riset Mckensi, disebut sebagai the fastest growing country in digital economy. Keberadaan start up digital tersebut diharapkan dapat memberikan multiplier effect pada pertumbuhan usaha UMKM yang semakin go digital.

Dengan adanya pandemi Covid-19 maka momen transformasi digital semakin tidak terbendung dan tidak terhindarkan. Di tengah turunnya kinerja ekonomi, pergeseran interaksi antarmanusia yang mengedepankan faktor cleanliness, healthy and safety, justru mempercepat integrasi ekonomi berbasis digital di Indonesia secara luas. Hal ini akan menyebabkan peningkatan kebutuhan transaksi tanpa tatap muka berbasis online dan membutuhkan dukungan digital payment. “Dengan adanya pandemi Covid-19 maka momen transformasi digital semakin tidak terbendung dan tidak terhindarkan,” ucapnya.

Di tengah turunnya kinerja ekonomi, kata Trisno, pergeseran interaksi antarmanusia yang mengedepankan faktor cleanliness, healthy and safety, justru mempercepat integrasi ekonomi berbasis digital di Indonesia secara luas.

Karenanya, seluruh lapisan masyarakat terutama generasi milenial harus mampu beradaptasi dengan tatanan hidup baru serta mampu menciptakan inovasi-inovasi khususnya yang berbasis digital guna mendorong perekonomian agar dapat bangkit kembali. *dik

BAGIKAN