Ekonomi Bali Terkontraksi, Konsep ”Triple Helix” jadi Solusi

Pertumbuhan ekonomi Bali pada triwulan II 2020 diprediksi masih akan mengalami kontraksi (pelemahan) sama halnya kondisi ekonomi secara nasional akibat pandemic covid-19.

Denpasar (bisnisbali.com) –Pertumbuhan ekonomi Bali pada triwulan II 2020 diprediksi masih akan mengalami kontraksi (pelemahan) sama halnya kondisi ekonomi secara nasional akibat pandemic covid-19. Untuk itu, konsep triple helix diharapkan bisa digunakan untuk menjawab tantangan yang terjadi saat ini, sekaligus mendorong perkembangan ekonomi ke depannya.

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana, Agoes Ganesha Rahyuda di Renon, Senin (22/6) mengatakan, melihat dari faktor-faktor fundamental yang mempengaruhi perekonomian Indonesia, ia pun memprediksi penurunan ekonomi Indonesia pada triwulan II 2020 akan lebih buruk dari 1998.

“Pada 2020 ini, bukan hanya faktor gejolak pasar keuangan, stabilitas polhukam dan perang dagang saja yang mempengaruhi namun faktor pandemi yang belum jelas ujung akhirnya inin juga menjadi faktor utama yang mempengaruhi capaian target pembangunan, rendahnya harga komoditas, serta aksi-aksi refocusing anggaran yang tidak mengarah langsung pada peningkatan ekonomi,” jelasnya.

Kondisi yang terjadi di nasional tersebut, diakui Agoes juga akan terjadi di Bali. Itu sudah terlihat pada triwulan I saat pandemi covid-19 baru mulai masuk Indonesia dan Bali khususnya pada tengah Maret 2020. Kebijakan-kebijakan insidentil per tengah Maret ditambah turunnya kunjungan wisatawan ke Bali menyebabkan perekonomian Bali tumbuh negatif sedalam -1,14 persen.
“Apalagi jika selama 3 bulan berturut-turut (April, Mei, dan Juni) dihantam oleh pandemi ini, prediksi saya kemungkinan perekonomian Bali triwulan II mengalami pertumbuhan negatif kembali,” paparnya.

Untuk itu, ia menyarankan berbenah secara komprehensif. Jangan biarkan pemerintah bekerja sendiri mengatasi dilema kesehatan melawan (vs) perekonomian. “Konsep usang yang bernama triple helix justru dapat menjadi solusi,” ungkapnya.
Konsep triple helix yaitu mengacu pada serangkaian interaksi antara akademisi atau para ahli duduk bersama untuk mencari jalan tengah solusi untuk menggerakkan perekonomian Bali, tanpa mengabaikan kesehatan masyarakatnya. Kajian itu, kata Bagoes, kemudian digodok pemerintah sehingga pemerintah dapat menelurkan kebijakan yang terbaik untuk dunia usaha sehingga perekonomian bisa mulai bergerak perlahan.
“Sekali lagi, kuatkan kembali triple helix (institusi pendidikan, pemerintah, dunia usaha) segera. Bangun model tersebut dan terapkan,” ucapnya.

Agoes Ganesha Rahyuda optimistis perekonomian Bali ke depannya masih mampu bangkit. Masyarakat Bali sangat responsif jika arahan yang diberikan jelas untuk kesejahteraan mereka.*dik

BAGIKAN