Ekonomi Bali Diyakini Tak Sampai Lumpuh

Pertumbuhan ekonomi pada 2020 mengalami perlambatan akibat pandemi Covid-19.

Denpasar (bisnisbali.com) – Pertumbuhan ekonomi pada 2020 mengalami perlambatan akibat pandemi Covid-19. Kendati demikian, tahun ini pelaku ekonomi masih memiliki keyakinan ekonomi Bali tidak sampai lumpuh, namun berpeluang tumbuh dengan catatan semua pihak bersinergi secara simultan.

“Saya masih memiliki keyakinan ekonomi Bali akan membaik atau paling tidak pertumbuhan ekonomi tidak terperosok ke jurang yang lebih dalam lagi di 2021,” kata praktisi ekonomi dari Unhi, Putu Krisna Adwitya Sanjaya, S.E., M.Si., di Denpasar, Selasa (9/2).

Ia mengingatkan, sudah hampir 12 bulan ini ekonomi Bali terperosok akibat hantaman Covid-19. Oleh karenanya, semua pihak tanpa terkecuali di daerah ini harus bergerak bersama, berkomitmen bersama antara seluruh komponen jangan ada lagi ego sektoral.

Agar ekonomi Bali tidak terperosok lebih dalam, perlu langkah-langkah strategis yang tidak hanya jangka pendek tetapi juga jangka panjang. Upaya tersebut di antaranya perluas akses stimulus fiskal dan relaksasi kredit. Kemudian, melanjutkan kembali program pemulihan ekonomi nasional, membuka secara bertahap sektor sektor ekonomi produktif dan aman, dispilin dalam mentaati prokes dan perlu dipikirkan serta melakukan transformasi ekonomi secara gradual, termasuk dengan melanjutkan proyek-proyek swasta yang sebelumnya sempat terhenti karena pandemi.

“Belanja pemerintah termasuk yang terkait dengan penanganan covid serta Bali sudah ditetapkan menjadi daerah super prioritas penanganan covid tentu akan menjadi semacan lavegare ataupun stimulus untuk mendongkrak laju pertumbuhan ekonomi Bali itu sendiri,” paparnya.

Diakui, pada 2020 perekonomian Bali sangat terpuruk sebagai akibat hantaman pandemi Covid-19 yang meluluhlantahkan berbagai sektor yang selama ini menjadi lokomotif perekonomian Bali seperti sektor pariwisata. Alhasil, perekonomian Bali terjun bebas 1,7 persen di triwulan 1 kemudian, menjadi 11 persen dan 12,2 persen di triwulan 3 tahun 2020. Triwulan IV 2020 pertumbuhan terendah di Indonesia yakni -9,31 persen. Di atas Bali ada Kepri sebesar -3,80 dan Banten -3,38 persen. Sedangkan 3 provinsi yang pertumbuhan ekonominya positif adalah Maluku sebesar 4,92 persen, Sulawesi Tenggara 4,86 persen dan Papua sebanyak 2,32 persen.

“Bila di-averagekan pertumbuhan ekonomi Bali memang di bawah rata-rata nasional bahkan terendah secara nasional. Hal itu bisa terjadi karena kontribusi sektor tersier utamanya pariwisata selama ini menjadi sektor penyumbang significant dalam pembentuk produk domestik regional bruto Bali,” ujarnya. Sektor pariwisata sangat terguncang akibat hantaman Covid-19 tentu itu berimplikasi signifikan terhadap terkontraksinya perekonomian Bali secara agregat.

Terkait PPKM skala mikro, Krisna menyatakan kebijakan itu perlu lebih jelas arah, strategi dan pemetaannya. PPKM akan menjadi lebih efektif bila sudah dikaji secara komprehensif dari hulu ke hilir dan selektif misal diterapkan dengan tegas di zona-zona tertentu sebagai langkah mitigation penyebaran Covid-19 serta disertai pengawasan yang tegas dan humanis. *dik

BAGIKAN