Ekonomi Bali Dikhawatirkan Makin Terpuruk

Pada triwulan pertama 2021, ekonomi Bali diprediksi akan sangat sulit bisa mengurangi kontraksi negatifnya selama penanganan Covid-19, termasuk pelaksanaan vaksinasi yang diperkirakan tidak bisa berjalan efektif.

PEDAGANG – Pedagang ikan di Pasar Kumbasari sedang melayani pembeli. Ekonomi Bali pada triwulan I tahun ini dikhawatirkan makin terpuruk.  

Denpasar (bisnisbali.com) –Pada triwulan pertama 2021, ekonomi Bali diprediksi akan sangat sulit bisa mengurangi kontraksi negatifnya selama penanganan Covid-19, termasuk pelaksanaan vaksinasi yang diperkirakan tidak bisa berjalan efektif. Otomatis, ekonomi maupun gerak bisnis di Bali akan terancam depresi lebih dalam lagi.

“Prediksi itu dengan memperhatikan perkembangan kondisi perekonomian maupun bisnis yang sudah terkontraksi sebesar -12 persen pada akhir tahun 2020 dan perkembangan situasi perekonomian maupun bisnis Bali pada awal triwulan I 2021 yang masih resesi (supply side dan demand side yang mati suri) akibat lumpuhnya pariwisata mancanegara yang mengglobal,” kata pemerhati ekonomi dan keuangan, Viraguna Bagoes Oka, di Denpasar, Senin (22/2) kemarin.

Termasuk dampak bisnis turunannya yang berkaitan langsung dengan mati surinya industri pariwisata Bali. Karena itu, mantan Kepala KPw BI Bali ini mengatakan perlu adanya uluran tangan pemerintah atau otoritas moneter secara nyata. Bantuan itu berupa bantuan likuiditas berupa dana segar atau fresh fund kepada perbankan maupun lembaga keuangan oleh bank sentral sebagai lender of the last resort guna memberikan dukungan nyata pada dunia usaha strategis yang terdampak langsung oleh pandemi Covid-19. “Itu dalam upaya bisa minimal mempertahankan kegiatan usahanya untuk tidak terpuruk lebih dalam atau bangkrut,” paparnya.

Viraguna meyakini, dengan adanya gerak cepat dari otoritas bank sentral yang antisipatif, cepat, terukur dan tepat sasaran dalam identifikasi akan dapat memberikan dukungan nyata berupa likuiditas atau lender of last resort dari BI. “Bila itu terjadi maka dalam kuartal II tahun 2021 perekonomian Bali akan dapat menurunkan kontraksinya minimal -2 persen,” jelasnya.

Tidak kalah pentingnya, imbuh VBO, biasa ia disapa, dalam mewujudkan penurunan kontraksi minimal -2 persen pada kuartal II tahun 2021 adalah kesatuan komando, kedisiplinan dan kebulatan tekad para pemimpin dan masyarakat Bali untuk mau patuh menerapkan prokes dan prinsip 6 M secara konsekuen untuk mewujudkan Bali bangkit. *dik

BAGIKAN