Efek Meluasnya Virus Corona, Kegiatan MICE Fokus di Bali

Pasca meluasnya virus corona di dunia memunculkan ketakutan bagi wisatawan mancanegara (wisman) berlibur ke kawasan wisata dunia.

MICE - Pelaksanaan kegiatan MICE di Bali.

Denpasar (bisnisbali.com)-Pasca meluasnya virus corona di dunia memunculkan ketakutan bagi wisatawan mancanegara (wisman) berlibur ke kawasan wisata dunia. Ketua Indonesia Congress and Convention Association (INCCA) Bali, IB. Surakusuma mengatakan, Pemerintah Indonesia bisa memfokuskan kegiatan MICE di Bali mengingat Bali sudah dikenal dunia internasional dan lebih siap menghadapi penyakit menular termasuk virus corona.

Upaya pelaku pariwisata Bali mendorong pemerintah pusat memfokuskan keguatan MICE di Bali merupakan kondisi yang wajar. Ini mengingat pariwisata Bali kehilangan ribuan wisatawan Tiongkok akibat penutupan bandara di Tiongkok.
Ia menjelaskan dengan menggeliatkan kegiatan MICE di Bali diharapkan bisa menggairah pasar leasure. Ketakutan akan virus corona menyebabkan tidak sedikit wisatawan leasure menunda liburannya  ke kawasan wisata dunia termasuk ke Bali.
Menurutnya, sangat tepat permintaan staholder Pariwisata Bali agar kegiatan MICE diprioritas di Bali. Ini untuk pemulihan pariwisata Bali pasca virus corona di Tiongkok.

Adanya upaya stakeholder pariwisata Bali meminta kegiatan MICE pemerintah di selengarakan di Bali tentu akan menjadi pertimbangan pemerintah pusat melalui kementerian pariwisata. ” Ini permintaan yang sah sah saja untuk menggairahkan pariwisata Bali,” ucap Konsul Kehormatan Polandia untuk Bali ini.

Hanya saja, pelaku pariwisata Bali mesti inget Indonesia mengembangkan 10 Bali Baru. Pelaku pariwisata di 10 kawasan Indonesia tersebut tentu berharap menghandel MICE di daerahnya.

Pemerintah pusat memiliki tanggungjawab untuk membesarkan 10 Bali Baru. Bali tentu harus bersaing dengan 10 Bali Baru untuk menghandel MICE yang diselenggarakan pemerintah.

Pemerintah pusat tentu membagi potensi atau peluang MICE untuk Bali dan kawasan 10 Bali Baru. IB. Surakusuma menambahkan MICE untuk pasar domestik memang lebih berpeluang dilaksanakan di kawasan 10 bali baru. Sementara MICE berskala internasional tentu perintah pusat akan memilih Bali. “Ini berdasarkan pertimbangan Bali memiliki fasilitas yang lengkap untuk pelaksanaan kegiatan MICE,” tegasnya. *kup

BAGIKAN