Edukasi Nasabah, BPR Sudah Perkuat Likuiditas   

Ketidakjelasan terkait kapan akan berakhirnya pandemi Covid-19 memicu  sejumlah nasabah bank melakukan penarikan tabungan atau deposito dalam jumlah besar.

KEPERCAYAAN - Menjaga kepercayaan nasabah, BPR telah melakukan penguatan likuiditas. 

Gianyar (bisnisbali.com) Ketidakjelasan terkait kapan akan berakhirnya pandemi Covid-19 memicu  sejumlah nasabah bank melakukan penarikan tabungan atau deposito dalam jumlah besar. Untuk itu, Bank Perkreditan Rakyat (BPR) mesti tetap mengedukasi nasabah bahwa BPR sudah melakukan penguatan likuiditas guna menjaga kepercayaan masyarakat.

Ketua DPK Perbarindo Kabupaten Gianyar Made Sarwa mengungkapkan hal ini, Senin (14/12). Disebutkannya, penarikan tabungan dan deposito ini lebih banyak dipicu oleh fenomena panic buying saat pandemi Covid-19. Ini menyebabkan nasabah melakukan penarikan dana di luar kebutuhan.

Guna mengantisipasi penarikan dana di luar kebutuhan, BPR mesti selalu mengedukasi nasabah bahwa masa pandemi seluruh BPR sudah menerapkan kebijakan penguatan likuiditas. Penguatan likuiditas BPR ini sesuai arahan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) guna memenuhi setiap kebutuhan dana nasabah selama masa pandemi Covid-19. Cash ratio BPR sudah di atas 10 persen sesuai arahan OJK.

Direktur BPR Gianyar ini lebih lanjut menyatakan, BPR sudah memperkuat likuiditas, sehingga nasabah bisa menarik dana kapan saja sesuai yang dibutuhkan. Nasabah juga selalu diedukasi agar menarik dana sesuai kebutuhan. ‘’Dana masyarakat di BPR sangat aman. Saat pandemi, BPR selalu  siap melayani penarikan dana. Jadi, nasabah disarankan  tidak perlu melakukan penarikan berlebihan atau melebihi kebutuhan ,” tegasnya.

Made Sarwa menyampaikan , semua BPR di Kabupaten Gianyar sudah menyiapkan likuiditas. Penyiapan likuiditas BPR bisa melibatkan dana relasi bank umum dan antar-BPR bisa saling bantu melakukan penguatan likuiditas. ‘’BPR di Gianyar sudah sepakat saling bantu terutama BPR yang mengalami kesulitan likuiditas,’’ ujarnya.

Ditambahkannya,  BPR di Gianyar secara umum sudah memenuhi likuiditas dengan cash ratio 10 persen. Sesuai arahan OJK, penarikan dana BPR dalam jumlah besar masih bisa dijawalkan dengan waktu yang pasti. Ini mengantisipasi penarikan dana nasabah yang melebihi ketersediaan likuiditas. *kup

BAGIKAN