Dukung Perekonomian Bali, OJK Regional 8 Bali Nusra Gelar Pasar Gotong Royong

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 8 Bali Nusa Tenggara, Jumat (7/8) menggelar Pasar Gotong Royong.

Denpasar (bisnisbali.com) –Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 8 Bali Nusa Tenggara, Jumat (7/8) menggelar Pasar Gotong Royong. Pasar Gotong Royong bagi krama Bali ini dalam upaya peningkatan perekonomian di Pulau Dewata termasuk mendukung pemasaran produk pertanian, perikanan dan industri lokal masyarakat Bali yang terdampak pandemic covid-19.

Hadir pada kesempatan tersebut Gubernur Bali I Wayan Koster, Senator RI Arya Wedakarna, Perbarindo, Himbara dan masyarakat umum.
Kepala OJK Regional 8 Bali Nusra, Elyanus Pongsoda di sela-sela pembukaan Pasar Gotong Royong mengatakan kegiatan ini akan digelar setiap Jumat mulai pukul 07.00 Wita hingga selesai di Kantor OJK. Produk ditawarkan merupakan hasil olahan petani maupun nelayan langsung yang juga binaan Dinas Pertanian Bali, mulai sayur-sayuran, beras, daging ayam, ikan laut, buah-buahan dan aneka olahan lainnya yang biasanya dipasok ke hotel maupun restoran di Bali.

“OJK menggelar Pasar Gotong Royong sebagai bentuk implimentasi Surat Edaran (SE) Gubernur Nomor 1536 Tahun 2020,” katanya.
Selain itu, kegiatan ini merupakan bentuk komitmen bersama untuk membawa perbaikan bagi ekonomi mengingat dampak pandemic covid-19 tidak hanya dirasakan di Bali saja, namun juga Indonesia dan dunia. Dampak covid-19 yang sangat dalam terlihat dari rilis BPS Bali yang mencatat pertumbuhan ekonomi Bali pada triwulan II/2020 yaitu -10,98% (yoy), jauh lebih rendah dibanding triwulan sebelumnya yang tumbuh -1,14% (yoy). Pertumbuhan ekonomi di Bali ini paling dalam jika dibandingkan dengan seluruh provinsi di Indonesia dan jauh lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan nasional, yaitu -5,32% (yoy).
“Untuk itu dengan adanya dukungan semua pihak yang secara bersama-sama, OJK harapkan kegiatan Pasar Gotong Royong bisa menggerakkan dan menggeliatkan kembali sektor ekonomi Bali. Walaupun dampaknya tidak terlalu besar, tetapi bila kegiatan ini bisa dilakukan secara serempak tentu akan membawa hasil yang baik,” ujarnya.

Intinya otoritas membantu kelancaran pemasaran produk pertanian, perkebunan maupun perikanan di daerah ini. Sebab dampak covid-19 banyak hotel dan restoran yang belum beroperasional secara normal sehingga hasil petani tidak terserap, rawan jatuh harga dan busuk.
Mencegah penyebaran covid-19, OJK Regional 8 Bali Nusra juga menerapkan protokol kesehatan tatanan kehidupan era baru yang wajib dipatuhi pihak penyelenggara, penjual dan pembeli. Dengan demikian, kegiatan ini berjalan secara lancar dan tetap aman.

Sementara itu Wayan Koster dalam sambutannya mengatakan Pasar Gotong Royong Krama Bali yang dilaksanakan setiap Jumat ini diharapkan membantu pemulihan roda perekonomian serta meningkatkan gairah petani untuk tetap berproduksi di tengah krisis pandemi. Kegiatan ini bisa menjadi mediasi bagi petani, nelayan dan kelompok usaha perajin lokal yang mengalami gangguan penurunan daya beli masyarakat akibat covid-19.

Pasar gotong royong terangnya mempertemukan langsung petani dengan pelanggan di kantor, maupun masyarakat secara umum. Dari biasanya beli di swalayan bisa dilakukan kini di kantor setiap Jumat. Syaratnya merupakan petani, nelayan langsung bukan tengkulak sehingga harga bisa lebih murah dan segar. Pembelinya pun langsung pegawai kantor maupun masyarakat sehingga mengurangi kerumunan saat berbelanja. Diharapkan kegiatan yang baru Bali menggelar dari seluruh Indonesia ini, bisa menggeliatkan perekonomian yang lesu. Ia pun berharap program tidak hanya selama pandemi namun bisa dilakukan selanjutnya serta bisa menjadi lifestyle.*dik/adv

BAGIKAN