Dua Koperasi di Tabanan Naik Status

Di tengah pandemi Covid-19, dua koperasi di Kabupaten Tabanan naik status ke Provinsi Bali sebagai koperasi binaan.

Tabanan (bisnisbali.com) –Di tengah pandemi Covid-19, dua koperasi di Kabupaten Tabanan naik status ke Provinsi Bali sebagai koperasi binaan. Menyandang status tersebut, maka dua koperasi itu memiliki peluang untuk melakukan pengembangan usaha ke luar Kabupaten Tabanan atau di kabupaten/kota di Bali.

Kabid Kelembagaan Dinas Koperasi dan UMKM Tabanan, Ni Nyoman Yudiani, Senin (17/5) kemarin mengungkapkan, dua koperasi yang naik status menjadi binaan provinsi ini adalah Koperasi Dana Kita dan Koperasi Permata Utama. Naiknya status menjadi binaan Provinsi Bali dilakukan karena mereka (dua koperasi) tersebut ingin memperluas jangkauan usaha dari segi luasan wilayah atau tidak lagi hanya sebatas di Kabupaten Tabanan saja, tapi mereka bisa mengembangkan usaha di semua wilayah kabupaten/kota di Bali.

“Ini bisa dibilang merupakan sebuah prestasi dalam kaitannya memperluas jangkauan usaha, terlebih lagi terjadi di tengah dampak pandemi sekarang ini,” tuturnya.

Yudiani menjelaskan, ketentuan untuk bisa naik status menjadi binaan provinsi ini, sepenuhnya merupakan usulan atau pengajuan dari koperasi bersangkutan. Selama ini tidak ada ketentuan yang mengatur terkait di antaranya syarat minimal aset maupun modal usaha untuk bisa naik status.

Bercermin dari kondisi itu, ada pula sejumlah koperasi yang memiliki aset maupun modal usaha yang besar, namun lebih memilih fokus pengembangan usaha di sejumlah kecamatan yang ada di Kabupaten Tabanan.” Tapi untuk dua koperasi yang naik status ini memang rata-rata sudah beroperasional lebih dari sepuluh tahun dengan jumlah nasabah yang juga cukup banyak, sehingga dana yang dikelola juga cukup besar selama ini,” ujarnya.

Sementara itu terkait pencapaian RAT kalangan koperasi di Kabupaten Tabanan hingga per April 2021 capaiannya sudah 55,56 persen dan Mei ini kemungkinan capaian RAT mengalami penambahan karena terus berproses hingga kini. Pihaknya juga sudah menegur koperasi yang belum menggelar untuk segera malakukan RAT. “Saat ini capain RAT kemungkinan bertambah, karena kami masih rekap dan laporan terkait penyelenggaraan RAT ini masih jalan datanya hingga saat ini,” tandasnya.

Sesuai data di Dinas Koperasi dan UMKM Tabanan, tahun ini jumlah koperasi di Kabupaten Tabanan mencapai 599 menyebar di sepuluh kecamatan. Dari jumlah tersebut tercatat sebanyak 407 merupakan koperasi aktif, sebanyak 191 merupakan koperasi yang tidak aktif dan ada 12 koperasi yang baru berdiri pada 2020 lalu sekaligus belum tercatat sebagai koperasi yang wajib RAT. Bercermin dari data tersebut, maka tahun ini koperasi di Tabanan yang wajib menggelar RAT tercatat 395 koperasi. *man

BAGIKAN