DTW Wajib Penuhi Protokol Kesehatan

Gianyar memiliki banyak Daya Tarik Wisata (DTW) yang dikelola pemerintah daerah maupun DTW yang di kelola swasta.

Gianyar (bisnisbali.com)- Gianyar memiliki banyak Daya Tarik Wisata (DTW) yang dikelola pemerintah daerah maupun DTW yang di kelola swasta. Bupati Gianyar, Made Mahayastra di sela-sela pembukaan perdana objek wisata Gianyar di Bali Safari and Marine Park, Kamis (9/7) mengatakan DTW yang telah siap beroperasi akan dibuka dengan penerapan protokol kesehatan normal baru.

Ia mencontohkan Bali Safari sebelum diijinkan untuk dibuka kembali. Bali Safari and Marine Park beberapa kali ditinjau oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gianyar. Peninjauan ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana kesiapan Bali Safari dalam menerapkan protokol kesehatan dalam kondisi normal baru. “Hasilnya, Bali Safari dinyatakan lolos verifikasi protokol kehidupan era baru sehingga aman untuk dikunjungi oleh wisatawan,” ucap Bupati Mahayastra.
Dijelaskannya, Kabupaten Gianyar banyak memiliki DTW. Daya tarik wisata ini baik dikelola pemerintah daerah dan swasta. Seperti Bali Safari salah satu daya tarik wisata Gianyar yang dikelola swasta.
“Sertifikat ini membuktikan bahwa Bali Safari and Marine Park sudah benar-benar siap menerapkan protokol kesehatan normal baru,” ucap Bupati Mahayastra.
Ketua DPD Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia ( Putri) Bali, I Gusti Ayu Agung Inda Trimafo Yudha, mengatakan sangat mengapresiasi aktion yang dilakukan Pemerintah Provinsi Bali untuk membuka DTW di Bali khususnya di Gianyar. Bali Safari and Marine Park anggota Putri Bali telah menerima sertifikat lulus protokol kesehatan normal baru.
Pengelola Bali Safari and Marine Park, Hans Manangsang mengatakan Bali Safari sendiri ditutup sejak 23 Maret 2020 lalu, untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Beberapa waktu terakhir, Bali Safari telah melakukan berbagai persiapan dalam menerapkan protokol kesehatan new normal sesuai dengan aturan pemerintah. Termasuk di dalamnya adalah penyediaan cairan pembersih tangan dan wastafel, mewajibkan pemakaian masker bagi pengunjung, pembatasan jumlah pengunjung (50 persen dari kapasitas maksimal), serta penerapan physical distancing (jaga jarak) antarpengunjung. “Kesehatan dan kesejahteraan satwa juga menjadi prioritas utama Bali Safari and Marine Park dalam menjalankan fungsinya sebagai Lembaga Konservasi,” ucap Hans Manangsang. *kup

BAGIKAN